Refly Harun (kiri) memaparkan pandangan RUU Pilkada di Jakarta, Minggu (21/9).[Antara/Puspa Perwitasari]
Pakar hukum tata negara Refly Harun meminta Tentara Nasional Indonesia menjaga etika bernegara dengan memahami posisinya berada di bawah Presiden sebagai Panglima Tertinggi.
"Menurut saya, penting bagi TNI ke depan agar betul-betul menjaga etika bernegara. Karena TNI itu berada di bawah Presiden menurut konstitusi kita. Jadi mereka tidak boleh punya haluan sendiri. Tidak boleh punya agenda sendiri. Dia harus mensukseskan agenda Presiden. Dia harus mensukseskan apa yang dikerjakan Presiden yang mendapat mandat dari rakyat," kata Refly di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/10/2017).
Refly menekankan TNI tidak boleh berpolitik, sama halnya dengan polisi.
"Panglima TNI, kapolri tetap stay away (tetap menjauh) dari politik. Tidak boleh masuk dan memiliki interpretasi sendiri karena dia secara hierarkis berada di bawah presiden. Baik sebagai kepala negara mau pun kepala pemerintahan," katanya.
Refly mengingatkan jabatan Panglima TNI dan Kapolri merupakan jabatan luar biasa. Sebab, untuk menduduki jabatan tersebut, harus mendapatkan persetujuan DPR.
"Itu menunjukkan bahwa dia luar biasa. Gubernur BI (Bank Indonesia) ditunjuk DPR karena biasanya, kalau persetujuan DPR itu adalah lembaga indepenen. Ini tidak independen, tapi atas persetujuan DPR. Itu menunjukkan bahwa dia luar biasa. Itulah kenapa DPR merasa perlu melakukan fit and proper test karena takut ada abuse of power, dan sebagainya," kata Refly.
"Menurut saya, penting bagi TNI ke depan agar betul-betul menjaga etika bernegara. Karena TNI itu berada di bawah Presiden menurut konstitusi kita. Jadi mereka tidak boleh punya haluan sendiri. Tidak boleh punya agenda sendiri. Dia harus mensukseskan agenda Presiden. Dia harus mensukseskan apa yang dikerjakan Presiden yang mendapat mandat dari rakyat," kata Refly di gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/10/2017).
Refly menekankan TNI tidak boleh berpolitik, sama halnya dengan polisi.
"Panglima TNI, kapolri tetap stay away (tetap menjauh) dari politik. Tidak boleh masuk dan memiliki interpretasi sendiri karena dia secara hierarkis berada di bawah presiden. Baik sebagai kepala negara mau pun kepala pemerintahan," katanya.
Refly mengingatkan jabatan Panglima TNI dan Kapolri merupakan jabatan luar biasa. Sebab, untuk menduduki jabatan tersebut, harus mendapatkan persetujuan DPR.
"Itu menunjukkan bahwa dia luar biasa. Gubernur BI (Bank Indonesia) ditunjuk DPR karena biasanya, kalau persetujuan DPR itu adalah lembaga indepenen. Ini tidak independen, tapi atas persetujuan DPR. Itu menunjukkan bahwa dia luar biasa. Itulah kenapa DPR merasa perlu melakukan fit and proper test karena takut ada abuse of power, dan sebagainya," kata Refly.
Komentar
Berita Terkait
-
Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional
-
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo hingga Agum Gumelar Kumpul di Kantor Menhan Sjafrie, Ada Agenda Apa?
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Sekjen KAKI: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Harus Nasehati Gatot Nurmantyo Dkk
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu