Hasto Kristiyanto, Andreas Hugo Pareira, Prasetyo Edi Marsudi, dan Ahmad Basarah ke KPU [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Senin (9/10/2017) lalu, Hary Tanoesoedibjo datang langsung ke KPU untuk mendaftarkan Perindo menjadi calon peserta pemilu tahun 2019. Perindo merupakan partai pertama yang mendaftar.
Sehari kemudian, Selasa (10/10/2017), Grace Natalie juga datang bersama pengurus Partai Solidaritas Indonesia ke KPU untuk mendaftar.
Di hari ketiga, Rabu (11/10/2017), pengurus PDI Perjuangan menyusul. Tetapi berbeda dengan dua partai sebelumnya yang ketua umumnya sediri yang datang.
Megawati tidak datang dan hanya mewakilkan kepada sejumlah petinggi partai, seperti Hasto Kristiyanto, Andreas Hugo Pareira, Prasetyo Edi Marsudi, dan Ahmad Basarah.
Muncul pertanyaan, kenapa Megawati tidak ikut hadir untuk mengikuti tahapan penting ini?
"Saat ini, Bu Mega sedang ada di Brussel, mengikuti agenda kita bersama Pak Jusuf Kalla," ujar Hasto.
Walau tanpa Megawati, pendaftaran tetap sah. PDI Perjuangan, kata Hasto, berkomitmen mengikuti semua tahapan pemilu yang ditentukan KPU.
"Karena itulah hari ini, seluruh DPP PDIP mendapat tugas dari Ibu Megawati Soekarnoputri, agar kami menggunakan seluruh kepercayaan yang diberikan rakyat dengan mengikuti tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilu tersebut," kata dia.
Hasto kemudian menjelaskan makna pemilihan hari ini untuk mendaftarkan PDI Perjuangan ke KPU.
"Mengapa dilaksanakan pada hari Rabu Wage tanggal 11 Oktober 2017, karena nomor 11 dulu pernah dipakai sebagai nomor PDIP," kata Hasto.
Hasto mengatakan dokumen persyaratan yang diserahkan ke KPU sebanyak lima kotak kontainer.
"Berkasnya (diserahkan) kan sudah online, sehingga yang diperlukan hanya pendukungnya . Jadi lima box kami cukup," kata dia.
Sehari kemudian, Selasa (10/10/2017), Grace Natalie juga datang bersama pengurus Partai Solidaritas Indonesia ke KPU untuk mendaftar.
Di hari ketiga, Rabu (11/10/2017), pengurus PDI Perjuangan menyusul. Tetapi berbeda dengan dua partai sebelumnya yang ketua umumnya sediri yang datang.
Megawati tidak datang dan hanya mewakilkan kepada sejumlah petinggi partai, seperti Hasto Kristiyanto, Andreas Hugo Pareira, Prasetyo Edi Marsudi, dan Ahmad Basarah.
Muncul pertanyaan, kenapa Megawati tidak ikut hadir untuk mengikuti tahapan penting ini?
"Saat ini, Bu Mega sedang ada di Brussel, mengikuti agenda kita bersama Pak Jusuf Kalla," ujar Hasto.
Walau tanpa Megawati, pendaftaran tetap sah. PDI Perjuangan, kata Hasto, berkomitmen mengikuti semua tahapan pemilu yang ditentukan KPU.
"Karena itulah hari ini, seluruh DPP PDIP mendapat tugas dari Ibu Megawati Soekarnoputri, agar kami menggunakan seluruh kepercayaan yang diberikan rakyat dengan mengikuti tahapan-tahapan penyelenggaraan pemilu tersebut," kata dia.
Hasto kemudian menjelaskan makna pemilihan hari ini untuk mendaftarkan PDI Perjuangan ke KPU.
"Mengapa dilaksanakan pada hari Rabu Wage tanggal 11 Oktober 2017, karena nomor 11 dulu pernah dipakai sebagai nomor PDIP," kata Hasto.
Hasto mengatakan dokumen persyaratan yang diserahkan ke KPU sebanyak lima kotak kontainer.
"Berkasnya (diserahkan) kan sudah online, sehingga yang diperlukan hanya pendukungnya . Jadi lima box kami cukup," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Sambut May Day 2026, Megawati Tegaskan Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Keadilan Sosial
-
Megawati di Hari Kartini: Terus Ajarkan Semangat Perjuangan Agar RI Terbebas dari Ketidakadilan
-
Guntur Romli Singgung Pernyataan JK: Jokowi Dinilai Berkhianat ke Banyak Tokoh
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya