Suara.com - Dirman (31) terlihat tak nyaman di tengah-tengah gelar kasus yang berlangsung di Polda Metro Jaya, Kamis (12/10/2017).
Penipu warga yang nyaru jadi petugas PT. Perusahaan Listrik Negara tersebut mengenakan masker. Tangannya yang di borgol dimasukkan ke dalam kemeja oranye -- seragam tersangka.
"Saya nggak ngerti listrik," kata kata Dirman.
Dirman memang bukan spesialis instalasi listrik. Dia spesialis menipu.
Sebelum menipu, Darmin biasanya survei dulu ke rumah warga. Dia mengidentifikasi rumah warga yang belum pasang meteran listrik token.
Mereka yang masih pasang meteran listrik model lama akan digarap Dirman.
Dirman mendatangi rumah warga dengan bawa identitas dan surat tugas untuk meyakinkan. Tentu saja, dokumen tersebut palsu.
"Yang penting modal lihat meteran lama aja lalu saya janjikan (ganti kotak KWH meteran baru)," kata Dirman.
Kepala Unit 2 Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Indra Ranudikarta mengatakan tersangka mempelajari cara membuat kartu identitas petugas PLN dan surat penugasan dari internet. Setelah itu, dia mencetaknya sendiri.
"Mereka pelajari lewat surat kabar, internet, dia pelajari lalu dipalsukan. Dia pelajari semua dari situ," kata Indra.
Dirman mematok harga per meteran sebesar Rp1,3 juta. Harga tersebut meliputi biaya pemasangan Rp850 ribu dan uang asuransi Rp450 ribu.
Setelah pembayaran, Dirman memberikan fotokopi kwitansi dan berjanji akan segera datang lagi untuk memasang meteran.
"Usai pelaku mendapatkan uang, dia kasih fotokopi kwitansi pada calon korbannya, lalu dia pergi tanpa balik lagi ke rumah korbannya yang dimintai duit itu," kata Andri.
Sudah ada 18 warga yang menjadi korban penipuan Dirman.
Tag
Berita Terkait
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
-
Suzuki Bandit Kalah Ganteng, Pesona Hero Hunk 150 XTEC Bikin Kesengsem
-
Kronologi Penangkapan Bandit Bercelurit di Kebon Jeruk, Berawal dari Modus Beli Kontrasepsi
-
Bandit Negara Dilarang Kenyang Dalam Program Makan Bergizi Gratis
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025