Suara.com - Dua hari sebelum lengser dari jabatan Gubernur Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meresmikan ruang publik terpadu ramah anak KKO di Komplek Marinir CIlandak, Jalan Raya Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (13/10/2017).
Pemerintah Jakarta sudah memiliki 293 RPTRA yang tersebar di enam wilayah. Sebelumnya 100 RPTRA yang dibangun menggunakan dana APBD telah diresmikan Djarot di Monas.
"RPTRA ini dibangun sebagai tempat berinteraksi, berbagi, bertoleransi, belajar bersama, berlatih, mengembangkan seluruh potensi yang ada di lingkungan masyarakatnya," ujar Djarot saat menyampaikan kata sambutan.
Dia menjelaskan, RPTRA KKO adalah taman layak anak satu-satunya yang dibangun di komplek tentara. Djarot telah meminta Komandan Korps Mayor Jenderal TNI Bambang Suswantono bisa digunakan untuk masyarakat luas.
"Tadi Pak Marinir saya bisiki, tolong masyarakat diberikan akses supaya juga bisa bermain di sini dan berinteraksi dengan warga kompleks Marinir Cilandak, dan beliau juga iyakan," kata Djarot.
RPTRA KKO dibangun pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility. Dia meminta pada seluruh masyarakat Jakarta merawat dan menjaga RPTRA yang sudah dimiliki Pemprov DKI saat ini.
"Yang dimanfaatkan bukan gedung dan lokasinya. Yang dimanfaatkan itu substansi mengapa RPTRA dibangun dalam bentuk aktivitas yang berkelanjutan dan mampu mencerahkan dari masyarakat sekitar," kata Djarot.
Baca Juga: Istri Djarot Cerita "Penunggu" Rumah Dinas Gubernur DKI Friendly
Berita Terkait
-
Istri Djarot Cerita "Penunggu" Rumah Dinas Gubernur DKI Friendly
-
Lengser dari Wagub, Djarot Akan Ngontrak di Jakarta Selatan
-
Di Perpisahan, Djarot: Media Bikin Terhibur, Kadang Menjengkelkan
-
Pendukung Jokowi, Ahok, Djarot akan Kumpul di Lapangan Banteng
-
Djarot Mau Warga Gratis Masuk Ancol, Ketua DPRD: No, Gue Tolak!
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar