Suara.com - Istri Djarot Saiful Hidayat, Happy Farida, memiliki banyak kenangan selama tinggal di rumah dinas gubernur Jakarta, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.
Masa jabatan Djarot sebagai Gubernur Jakarta akan berakhir Minggu 15 Oktober 2017. Sabtu malam, dia dan keluarga harus meninggalkan rumah yang ditempatinya sejak Mei 2017.
"Saya punya kenangan khusus di tempat ini (teras belakang) kan biasanya ada tempat ruang makan kecil. Saya bisanya meeting kecil sama Bu Vero (Veronica Tan) di sini. Itu kan ada enam kursi sama meja makan satu," kata Happy di rumah dinas gubernur Jakarta, Kamis (12/10/2017) malam.
Banyak hal yang dibahas istri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica dengan Happy. Mulai dari cara mengembangkan PKK, hingga program yang ada di ruang publik terpadu ramah anak.
Happy menerangkan, rumah dinas gubernur Jakarta termasuk salah satu cagar budaya. Saat Ahok masih menjabat sebagai Gubernur Jakarta, rumah bergaya kolonial Belanda itu sudah dibuat sedikit modern di lantai dasar.
"Ini zaman Bu Vero sudah mulai dirapikan. Interiornya, wallpaper, terus kalau yang atas (lantai 2) ini masih asli bawaan zaman dahulu kala," kata Happy.
Dia memastikan, rumah yang selalu ditempati Gubernur Jakarta ini tidak seram. Bukti "hantu" tidak mengganggu terlihat dari ketiga anak perempuannya berani tidur sendiri di kamar.
"Mereka (penunggu rumah) friendly sama kami. Nggak ada apa-apa selama kita di sini Alhamdulillah suasananya enak, ada taman," tutup Happy.
Baca Juga: Lengser dari Wagub, Djarot Akan Ngontrak di Jakarta Selatan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah