Suara.com - Salah satu legenda tenis Indonesia, Yustedjo Tarik, menilai turnamen grand slam AS Terbuka 2018 bisa menjadi peluang bagi tim Indonesia di Asian Games 2018 yang jadwalnya sama-sama bulan Agustus.
"Dengan adanya US Open di bulan yang sama dengan Asian Games, mudah-mudahan jadi kesempatan kita, karena ada kemungkinan pemain-pemain top negara pesaing tidak turun dan lebih fokus ke tur," kata Tedjo di Jakarta, Senin (16/10/2017).
Kendati demikian, Yustedjo yang semasa jayanya pernah menyumbangkan empat emas di dua edisi Asian Games (1978 dan 1982), itu menilai persaingan tenis dalam pesta olahraga multicabang negara-negara Asia tersebut tetap berat.
"Pasalnya pemain-pemain pelapis dari negara-negara kuat seperti dari India, Cina, Korea Selatan, Jepang, Uzbekistan dan Kazakhstan, kualitasnya juga baik," tutur mantan petenis yang turut membawa tim Piala Davis Indonesia bermain di grup dunia pada 1983 tersebut.
Harapan Indonesia, kata Tedjo, terpusat pada pemain sektor putra lewat Christopher Rungkat. Akan tetapi, itu pun untuk meraih emas akan sulit mengingat persaingan berat di Asian Games 2018.
Secara realistis, tenis Indonesia dalam Asian Games 2018, tambah Tedjo, bisa mendapatkan perak atau perunggu di nomor tunggal putra dan juga ganda campuran. Duet campuran Christopher Rungkat/Jessy Rompies diketahuinya merupakan kombinasi terkuat Indonesia saat ini.
"Tapi itu juga masih tergantung lawan seperti apa menurunkan pemainnya. Ada kesempatan lebih besar jika mereka tidak menurunkan kekuatan penuh, bahkan bukan tidak mungkin emas," tutur mantan pemain yang lahir di kawasan Sentiong, Jakarta Pusat tersebut.
Dalam Asian Games 2018 yang akan digelar pada 18 Agustus sampai 2 September 2018 mendatang, Indonesia menargetkan bisa masuk 10 besar Asia yang artinya harus memperoleh 20 medali emas atau lebih.
Berdasarkan sejarah keikutsertaan di Asian Games, kontingen Merah Putih belum pernah mendapat prestasi mencapai 20 emas. Raihan tertinggi Indonesia adalah 11 emas saat pertama kali jadi tuan rumah di 1962.
Bulutangkis menjadi cabang yang paling konsisten dan banyak menyumbang medali emas, dengan total 26 medali emas sejauh ini. Tenis menjadi cabor dengan emas terbanyak berikutnya (15), disusul atletik (4), tinju (3), perahu naga (3) dan sepeda (3).
Untuk mencapai ambisi 10 besar Asia dalam Asian Games 2018, ada 15 cabang yang kemungkinan berpotensi meraih medali emas. Masing-masing yaitu panahan (1 emas), bulutangkis (2), atletik (1), boling (1), bridge (2), kano/rowing (1), sepeda (2), jetski (2), karate (1), paragliding (1), pencak silat (2), sport climbing (1), taekwondo (1), angkat besi (1) dan wushu (1).
"Akan tetapi target jumlah medali dan cabang olahraga yang dibebankan target emas masih dinamis dan bisa berubah," ungkap Ketua Satlak Prima, Achmad Soetjipto, beberapa waktu lalu. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis