Suara.com - Nasib nahas menimpa Nuryati (30), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Majasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang harus cacat permanen akibat disiksa majikannya selama bekerja sembilan tahun di Arab Saudi.
"Yang bersangkutan mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan akibatnya kedua tangan, dada dan wajahnya cacat permanen," kata Ketua DPC SBMI Indramayu Juwarih di Indramayu, Selasa (10/10/2017).
Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 9 tahun terakhir, Nuryati seringkali disekap dan diperlakukan tak manusiawi oleh majikannya di negeri Raja Salman tersebut.
Juwarih menuturkan, Nuryati kerap diperlakukan selayaknya budak oleh majikan perempuan berinisial SA.
"Selama sembilan tahun dia hanya diam di dalam rumah, ketika majikannya keluar pintu rumah di Madinah, dikunci dari luar," katanya yang mendapatkan pengaduan dari Nuryati.
Nuryati menceritakan, majikan perempuan awalnya tidak berbuat kasar kepadanya walaupun ia tidak diperbolehkan untuk keluar rumah.
Namun, setelah sudah satu tahun bekerja, majikan mulai memperlakukan tidak manusiawi.
"Saya sering dipukul, ditampar dan kepala saya dibentur-benturkan ke tembok, serta majikan sering membentak-bentak walaupun saya tidak melakukan kesalahan," tukasnya.
Baca Juga: Pesan WhatsApp Istri Ahok Bikin Komposer Addie MS Menangis
Dia mengatakan, cacat permanen yang menimpanya itu bermula ketika kedua majikannya bertengkar pada tahun 2013.
Ketika itu, Nuryati mengakui tengah tidur. Tapi, sang majikan perempuan masuk ke kamarnya dan menyiramnya menggunakan cairan seperti bensin kemudian membakar bagian tangan, dada dan mengenai wajahnya.
"Saya kaget dan panik ketika bangun tidur kok kedua tangan, dada saya terbakar, saya langsung menceburkan diri di bak mandi," tuturnya.
"Itu yang membuat saya seperti ini, kedua tangan, dada dan wajah saya cacat permanen," katanya lagi.
Juwarih menambahkan, setelah menerima pengaduan dari Nuryati, pihaknya akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan tim advokasi DPN SBMI yang di Jakarta.
"Kami akan mengkaji dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum menyampaikan pengaduan ke BNP2TKI dan ke Kemenaker," tegasnya.
Menurutnya, Nuryati diberangkatkan ke Arab Saudi melalui PT Arafa Duta Jasa pada tanggal 21 Juni 2008.
Selama sembilan tahun bekerja, Nuryati hanya mendapat gaji kurang lebih sekitar Rp 121 juta, baik yang sudah dikirim sebelumnya maupun yang dibawa pada saat Nuryati pulang dari Arab Saudi.
"Kami juga akan memperjuangkan sisa gaji yang belum dibayar oleh majikan sekitar kurang lebih Rp 180 juta lagi," kata Juwarih menegaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno