Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mendengar rencana Pantia Khusus Hak Angket terhadap KPK memanggil paksa para komesioner KPK. Dalam rencana tersebut Pansus ingin meminta bantuan Polri untuk dihadirkan di gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan terkait rencana itu KPK menyerahkan sepenuhnya kepada institusi kepolisian.
"Kita semua sudah mendenggar dari apa yang disampaikan Kapolri. Kami tentu tidak ingin mencampuri keputusan-keputusan yang diambil Polri," kata Febri di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/10/2017).
Febri mengatakan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah menegaskan tidak memihak kepada salah satu institusi. Dalam berbagai kesempatan Tito mengatakan menghargai KPK dan DPR.
"Kami percaya, Kapolri telah berulang kali menyampaikan sesuatu dengan dasar dan pertimbangan hukum yang kuat," kata Febri.
Sebelumnya, Pansus KPK berencana memanggil paksa KPK agar hadir di hadapan Pansus di DPR. Sebab, setelah dua kali diundang untuk mengklarifikasi temuan Pansus, KPK selalu menolak.
Yang terkahir pada hari ini, KPK tidak hadir di gedung DPR. KPK beralasan Uji materi terhadap dasar pembentukan Pansus di Mahkamah Konstitusi belum diputuskan.
KPK menilai Pansus saat ini cacat hukum. Penilaian itu disampaikan KPK setelah mendapat masukan dari para pakar hukum perdata, pidana, dan pakar hukum tata negara serta administrasi negara.
Baca Juga: KPK Tetapkan Anggota DPRD Kebumen Jadi Tersangka Suap
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba