Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakilnya, Sandiaga Uno bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/10/2017) siang ini. Anies mengaku kedatangannya untuk bersilaturahmi dan mendengarkan saran dari Jokowi.
"Jadi hari ini kami menghadap Presiden, bersilaturahmi dan kesempatan bagi kami untuk mendengar, belajar dari Bapak Presiden. Beliau pernah memimpin Kota, Provinsi dan sekarang memimpin negara, karena itu kami hadir untuk belajar mendengar pengalaman-pengalaman beliau, terutama terkait dengan Jakarta," kata Anies setiba di komplek Istana Kepresidenan.
Menurut dia, Jokowi sebagai kepala pemerintahan yang berdomisili di Jakarta tentu memonitor segala persoalan Ibu Kota dari dekat. Maka dari itu, Anies dengan Wakilnya menghadap Jokowi.
"Beliau memang sudah menjadi Presiden, tetapi berada di Jakarta dan pasti memantau dari dekat masalah-masalah yang ada di Jakarta. Karena beliau (pernah) memimpin kota Jakarta, kami akan bersilaturahmi dengan semua mantan Gubernur dan Alhamdulillah kami dapat berkesempatan hari ini bisa bertemu langsung dengan beliau," ujar dia.
Anies mengatakan, pertemuan dengan Jokowi siang ini tidak ada pembahasan khusus mengenai reklamasi teluk Jakarta.
"tidak ada," kata dia.
Selain itu, menurutnya juga tak ada persoalan khusus yang mau dibahas dalam pertemuan ini. Dia juga belum mau menjelaskan apakah juga akan membahas proyek LRT dan MRT.
"Tidak ada khusus, nanti kita lihat. Nanti saja selesai pertemuan baru kami cerikatan semua," ujar dia.
Pengamatan Suara.com, Anies dan Sandi yang mengenakan kemeja batik lengan panjang itu tiba di Istana berbarengan, semobil. Mereka tiba sekitar pukul 10.58 WIB.
Baca Juga: Ubah Pola Pengaduan Warga, Anies: Intinya kan Masalah Selesai
Berita Terkait
-
Sayembara Sandiaga Mencari Sepatu, Ini Hadiah yang Dijanjikan
-
Ubah Pola Pengaduan Warga, Anies: Intinya kan Masalah Selesai
-
Begini Antisipasi Sandiaga Jika Ditanya Jokowi soal Reklamasi
-
Panggil Anies-Sandi, Jokowi Akan Cerita Pengalaman Jadi Gubernur
-
Didesak Alumni ITB, Anies Belum Bersikap soal Reklamasi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim