Suara.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan menerima aspirasi ribuan orang yang tergabung dalam alumni Institut Teknologi Bandung yang menolak reklamasi Teluk Jakarta dilanjutkan.
"Oh ya, makasih, kami terima aspirasinya. Banyak warga yang memberikan aspirasi," ujar Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).
Ia berharap tidak hanya alumni ITB yang menyampaikan pandangannya soal reklamasi.
"Kami berharap juga teman-teman yang memiliki pemikiran-pemikiran bisa disampaikan pada kami," kata Anies.
Namun terkait kelanjutan proyek reklamasi di Teluk Jakarta, Anies tidak mau menjawab.
"Bukan mendukung, tapi saya terima aspirasi itu. Nanti pelaksanaannya kita teruskan nanti," kata dia.
Sebelumnya, alumni ITB menyatakan menolak reklamasi dilanjutkan di Teluk Jakarta. Mereka menuduh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendukung reklamasi dilanjutkan.
Mereka juga mengatakan bahwa rekomendasi yang disampaikan oleh Ridwan Djamaludin untuk mencabut moratorium reklamasi tidak mewakili alumni ITB, melainkan bagian dari pekerjaaan Ridwan sebagai Deputi Menko Bidang Kemaritiman. Sehingga hal itu tidak ada hubungan dengan posisinya sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni ITB karena IAI harus independen dan tidak bisa diintervensi oleh siapa pun.
"Alumni ITB menolak keras pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang mengesankan adanya dukungan alumni ITB dalam kajian yang merekomendasikan pencabutan moratorium reklamasi TelukJakarta," kata Koordinator Alumni ITB, Muslim Armas, di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).
Baca Juga: Anies Akui Ikut Pertemuan Prabowo dengan Pengembang Reklamasi
Muslim mengatakan, alumni ITB menolak proyek reklamasi dilanjutkan oleh pemerintah. Hal itu untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
"Alumni ITB selalu mengedepankan kepentingan rakyat, dengan tegas menolak pelaksanaan reklamasi di Teluk Jakarta. Pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang mengesankan bahwa pencabutan moratorium reklamasi Teluk Jakarta berdasarkan hasil kajian alumni ITB adalah tidak benar," kata Muslim.
Alumni ITB mendesak Presiden Republik Indonesia untuk membatalkan pencabutan moratorium reklamasi Teluk Jakarta oleh Menko Bidang Kemaritiman. Jokowi juga diminta untuk menghentikan pelaksanaan proyek reklamasi di Teluk Jakarta yang masih berlangsung hingga saat ini.
"Selanjutnya untuk menentukan nasib pulau-pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta yang sudah terlanjur dibangun, perlu dikaji secara mendalam agar tidak merugikan kepentingan rakyat banyak dan berdampak terhadap lingkungan dengan memperhatikan sepenuhnya amanat konstitusi kita UUD 1945," kata Muslim.
Lebih lanjut, Muslim mengatakan bahwa reklamasi bukan lagi menjadi masalah DKI Jakarta saja.
"Untuk itu alumni ITB mengajak segenap mahasiswa dan alumni perguruan tinggi se-Indonesia serta elemen-elemen masyarakat lainnya, untuk bersama-sama menolak pencabutan moratorium reklamasi Teluk Jakarta dan mengawal proses dihentikannya proyek reklamasi tersebut untuk selamanya," kata Muslim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim