Ketika suaminya ditangkap dengan tuduhan perbuatan teror, perempuan menjadapatkan dampak nyata. Terutama menjadi korban stigmatisasi dari lingkungan tempat mereka tinggal.
"Perempuan kena imbas, ditolak dan diusir oleh masyarakat. Mereka harus berpindah tempat tinggal," paparnya.
Dalam riset itu, Dete mendapatkan sebuah informasi jika ada organisasi tertentu di internal kelompok teroris yang berperan merekrut perempuan dari berbagai negara untuk dijadikan istri para teroris yang masih bebas ataupun yang sudah dipenjara. Perempuan itu didoktrin dengan untuk membela 'perjuangan' kelompok teroris tertentu.
Perekrutan juga dilakukan lewat media sosial, contohnya yang dilakukan ISIS. "Mereka berkenalan dan indoktrinisasi melalui Facebook," jelas dia.
"Dalam kelompok ISIS ini ada perkawinan lintas negara, ini untuk memperluas kekuatan ISIS," kata dia.
Dalam penelitiannya itu, Dete memberikan solusi agar pengaruh teroris terhadap perempuan tidak mengugat di masa datang. Menurut dia perlu mengubah pola pikir dan mendekontruksi pemikiran mereka.
"Tapi ini sulit."
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi