Suara.com - Inggris disebut menjadi korban penipuan Amerika Serikat untuk mendukung invansi negeri 'Pakde Sam' itu ke Irak dan meruntuhkan rezim Sadam Hussein pada 14 tahun silam.
Hal tersebut diungkapkan Gordon Brown, Menteri Keuangan Inggris di era Tony Blair, dalam buku barunya berjudul "My Life, Our Times".
Dalam buku itu, seperti dilansir Telegraph, Minggu (5/11/2017), Gordon menyebut mantan bosnya--Tony Blair—ditipu oleh Presiden AS kala itu, George Walker Bush.
"Bush mengatakan kepada Tony bahwa AS memunyai dokumen yang memastikan Saddam Hussein memunyai akses ke senjata pemusnah massal. Tapi, hingga keduanya tak lagi jadi kepala negara, Bush tak pernah bisa membuktikan adanya dokumen itu," tulis Gordon.
Tak hanya itu, Gordon mengatakan, Bush kala itu mengatakan kepada Tony bahwa mereka mendapat laporan rahasia bahwa Saddam akan meluncurkan rudal berisi zat biologis untuk memusnahkan penduduk Inggris dalam waktu 45 menit.
Tony dan Inggris, kata Gordon, sebenarnya tak mau ikut menyerang dan menjajah Irak pada sejak perang itu dideklarasikan pada 20 Maret 2003.
Bahkan, aktivis Partai Buruh—basis politik Tony—sudah menyatakan tak mau pemerintah mendukung AS guna melancarkan perang terhadap Saddam Hussein.
"Partai Buruh tak suka Inggris pergi berperang di bawah kendali AS. Selain perang itu akhirnya merenggut nyawa 33 orang kami, aktivis Buruh juga tak menyukai kedekatan Tony dengan Bush," ungkapnya.
Baca Juga: Video Viral! Guru SMP Pukuli dan Seret Murid Hingga Pingsan
Beberapa bulan sebelum perang invasi dilakukan, Gordon mengatakan rezim PM Tony Blair sebenarnya sudah meragukan seluruh dokumen yang disodorkan AS mengenai Saddam Hussein.
"Intelijen kami yang terlatih pun menyatakan ragu terhadap akurasi dokumen yang katanya dimiliki AS itu. Lagi pula, siapa di antara kabinet Tony yang pernah melihat dokumen AS itu? tak ada," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!
-
The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam
-
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg
-
Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!