Suara.com - Jumlah pelanggar lalu lintas yang terjaring Operasi Zebra Jaya 2017 oleh Polda Metro Jaya mencapai 106.974 pengendara. Padahal, operasi itu baru berjalan 10 hari dari 14 hari yang telah ditargetkan.
Kepala Sub Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan, jumlah itu lebih tinggi 31 persen dari Operasi Zebra Jaya 2016.
"Hasil Operasi Zebra Jaya 2017, selama 10 hari polantas telah melakukan penindakan berupa tilang sebanyak 97.217 dan 9.757 teguran," kata Budiyanto, Sabtu (11/11/2017).
Selain itu, kata dia, polisi juga menahan barang bukti berupa 43.611 Surat Izin Mengemudi (SIM), 53.131 ribu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan 475 kendaraan.
Sementara pada razia tahun 2016, polisi hanya menilang 72.737 pengendara dan menegur 8.975 lainnya.
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, penyitaan SIM naik 48 persen, STNK 24 persen, dan kendaraan 102 persen,” terangnya.
Budiyanto mengatakan, petugas selalu mengimbau bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan. Namun, masih banyak yang melakukan pelanggaran seperti kendaraan berat bermuatan berlebih, pengendara sepeda motor tak menggunakan helm, dan bahkan memainkan ponsel saat berkendara.
"Operasi zebra dilakukan agar membangun kesadaran disiplin terhadap pengguna jalan, sehingga akan berdampak turunnya angka kecelakaan lalu lintas," ujar Budiyanto.
Baca Juga: Belajar dari Praperadilan, KPK Diminta Cepat Proses Setnov
Dalam Operasi Zebra Jaya 2017, personel gabungan yang diturunkan sebanyak 1.878 orang. Tim itu terdiri dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan petugas Dinas Perhubungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet
-
Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor