Suara.com - Ketua DPR Setya Novanto sudah dua hari tiga malam diinapkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana, Jakarta Pusat. Setnov dibantarkan sejak Jumat (17/11/2017) malam.
Ketua Umum Partai Golkar tersebut dikunjungi pengacaranya, Fredrich Yunadi saat tengah menjalani pemeriksaan medis oleh tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia di RSCM, hari ini, Minggu (19/11/2017).
Di sela-sela pemeriksaan, Novanto sempat berbincang dengan Fredrich.
"Beliau nanya tentang bagaimana penanganan hukumnya, saya bilang ya kita jalan on proses, paling penting saya bilang jangan mikirin lain-lain, kesehatan dulu dipulihkan dahulu, itu yang pertama. Setelah pulih baru kita bicarakan," kata Fredrich.
Fredrich mengatakan keadaan Novanto masih tak berdaya sehingga tak mungkin membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan hukum. Untuk itu, dia disarankan fokus menjalani penyembuhan.
Fredrich pun menolak menyampaikan kondisi perkembangan Setya Novanto karena dianggap rahasia dokter.
"Yang tahu hanya keluarganya, dan saya juga nggak ngerti dan nggak perlu tahu kan karena saya kan bicara masalah hukum," tutur Fredrich.
Fredrich juga tidak berkomentar banyak lantaran yang dilakukan adalah tes profesional dan hanya ikut mendampingi.
"Hasilnya apa juga saya nggak tahu, karena mereka pakai rahasia, nggak boleh kasih tahu saya," Imbuhnya. (Laporan Julistania)
Baca Juga: Masih Dirawat, Setya Novanto Tanyakan Ini ke Pengacara
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar