Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (Antara/Moch Asim).
Politikus Golkar yang kini menjabat Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto belakangan digadang-gadang untuk menjadi ketua umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Setelah semalam Novanto ditahan KPK, Airlangga, siang ini, terlihat menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Usai menghadap Jokowi, Airlangga mengatakan perlu ada pergantian pemimpin partai berlambang pohon beringin. Kasus yang menjerat Novanto, katanya, memperburuk citra partai.
"Tentunya harus ada langkah untuk menyelamatkan partai," kata Airlangga.
Langkah konkrit untuk menyelamatkan Golkar, katanya, tentu akan dibahas dewan pimpinan daerah sebagai pemilik suara untuk menentukan siapa ketua umum.
"Langkahnya tentu akan dibahas oleh daerah. Kita tunggu undangan (rapat) pleno," ujar dia.
Airlangga mengungkapkan sejak Novanto terserat kasus, desakan untuk mengganti Novanto menguat.
"Kalau anggota kan selalu, atau saya selaku pengurus DPP selalu berkomunikasi," kata dia.
Lebih jauh ketika ditanya apakah tujuannya menghadap Jokowi terkait dengan kondisi Golkar setelah Novanto ditahan KPK, AIrlangga menyanggah.
Partai Golkar akan rapat pleno untuk membahas penonaktifan Novanto, Selasa (21/11/2017).
"Besok ada pleno kan, pertama dipleno itu menonaktifkan ketum. Kemudian setelah itu tahapan berikut membicarakan tentang siapa akan menjabat sebagai pelaksana tugas untuk mengantar kepada munas (musyawarah nasional)," kata Yorrys.
Sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi Golkar, kalau ketua umum berhalangan tugas, maka ketua harian yang akan menggantikannya.
"Itu mekanisme formal, jadi tidak usah dibicarakan lagi. Dan Idrus itu nggak mungkin karena dia sekjen, mana bisa sekjen jadi pelaksana tugas," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Redam Gejolak Pasar, Menko Airlangga Lobi Langsung Investor Institusional
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Inflasi Januari 2026 Tembus 3,55 Persen, Airlangga Bilang Begini
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!