Suara.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno sudah menerima dana operasional. Di satu bulan pertama menjabat, Anies mendapat Rp2,7 miliar dan Sandi Rp1,8 miliar.
Anies mengatakan akan menggunakan dana tersebut untuk kegiatan masyarakat. Tetapi dia tidak menjelaskan lebih rinci kegiatan yang dimaksud.
"Untuk banyak kegiatan masyarakat juga dan itu sama (dengan Sandiaga), gitu ya cukup," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/11/2017).
Sedangkan Sandiaga memastikan seluruh uang operasional wagub yang ia terima setiap bulannya akan digunakan untuk keperluan masyarakat. Ia mengklaim tidak akan mengambil uang operasionalnya itu.
"Semua akan dikembalikan ke masyarakat. Semua yang untuk saya, saya akan alokasikan ke masyarakat dan kepada wakaf, infak, sodakoh," kata Sandiaga.
Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI Jakarta Muhammad Mawardi mengatakan besaran dana operasional Anies-Sandi sama dengan pemimpin sebelumnya, yakni sebesar 0,13 persen dari pendapatan asli daerah (PAD).
"Sama dengan bulan-bulan sebelumnya," kata Mawardi kepada Suara.com.
Dana operasional Anies dan Sandiaga bulan Oktober sudah dicairkan.
Uang operasional tersebut dibagi dua, Anies mendapatkan 60 persen, Sandiaga mendapatkan 40 persen. Dengan demikian, dana operasional Anies setiap bulan adalah Rp2,7 miliar dan Sandi Rp1,8 miliar.
Baca Juga: Alasan Anggaran Sekretariat DPRD DKI Naik Drastis di Era Anies
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri