Suara.com - Seorang warga bernama Kumang alias Amang (38), tewas setelah dikeroyok tiga pelaku di Kampung Rawa Rotan RT 2, RW 4, Kelurahan Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang.
Pengeroyokan berawal ketika korban menghadiri acara pernikahan yang diadakan seorang warga bernama Nasir (45), Minggu (3/12) akhir pekan lalu. Dalam pesta itu juga terdapat hiburan musik organ tunggal.
Saat menikmati musik dalam pesta itu, korban yang dalam kondisi mabuk terlibat cekcok mulut dengan salah satu keluarga mempelai yang menghentikan acara organ tunggal karena sudah larut malam.
"Terjadi cekcok mulut antara korban dengan pihak keluarga penyelenggara. Korban tak mau acaranya disudahi," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Harry Kurniawan, Senin (4/11/2017).
Setelah keributan itu, Kumang yang masih merasa kesal pulang ke rumah mengambil senjata tajam. Pria tersebut kembali ke lokasi untuk menantang keluarga yang mengadakan acara nikahan tersebut.
Namun, Ameng yang menantang justru dikeroyok massa.
"Dia pulang mengambil dua bilah pisau untuk menantang keluarga penyelenggara, sehingga timbul keributan yang berujung pengeroyokan," kata Harry.
Saat terjadi pengeroyokan, salah satu pelaku merampas sajam dari tangan Kumang. Pria tersebut langsung tersungkur setelah menerima sabetan sajam. Nyawa Kumang tak tertolong ketika dilarikan menuju rumah sakit.
Baca Juga: Polri Belum Pastikan Gembong ISIS Bahrun Naim Tewas di Suriah
Terkait aksi pengeroyokan itu, polisi kemudian mendatangi lokasi. Tak lama, ketiga pelaku pengeroyokan kemudian ditangkap tanpa ada perlawanan. Ketiga pelaku kasus pengeroyokan itu adalah MH (31), HM (39) dan ZD (32).
"Ketiga tersangka tidak melakukan perlawanan saat ditangkap di kediaman masing-masing," terangnya.
Setelah ditangkap, ketiga tersangka langsung dibawa ke Polsek Neglasari Resor Metro Tangerang Kota untuk penyidikan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
-
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
-
Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut
-
Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi
-
Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga