Suara.com - Setelah menggerebek pabrik petasan tradisional, polisi menetapkan Ketua Ketua RW 6 Kampung Undrus, Desa Cijantra, Pegadengan, Tangerang, Banten, berinisial AM sebagai tersangka.
"Sudah ditetapkan menjadi tersangka," kata Kepala Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan AKP Ahmad Alexander Yurikho kepada Suara.com, Rabu (1/10/2017).
Menurut Ahmad, polisi menjerat AM dengan Undang-Undang Darurat Nomor 15 Tahun 1951 lantaran tersangka dianggap menyimpan bahan peledak.
Ahmad juga menyebutkan, penggerebekan dilakukan karena pabrik tersebut tidak mengantongi izin pembuatan petasan tradisional alias ilegal.
Dia menyampaikan, polisi kekinian masih mengejar pelaku lain berinisial M, MS dan A. Ketiganya diduga turut terlibat dalam pembuatan petasan api tradisional tersebut.
Dalam penggerebekan di pabrik tersebut, Selasa (31/10) malam, polisi menyita barang bukti berupa 25 karung berisi petasan berdiameter 5 sentimenter, 24 buar petasan berdiameter 2 cm.
Polisi juga turut menyita bahan baku pembuatan petasan yakni 2 kilogram potasium, 10 kilogram belerang, enam renceng sumbu petasan, 9 karung cangkang petasan kosong, 2 karung berisi koran bekas untuk bahan selonsong petasan.
Penggerebekan pabrik petasan itu dilakukan menyusul insiden kebakaran PT Panca Buana Cahaya Sukses pada Kamis (26/10), yang mengakibatkan 48 buruh meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Baca Juga: Bukan PKL, Sandiaga Sebut Ini Penyebab Kesemrawutan Tanah Abang
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran