Suara.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra bakal meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali mengkaji kebijakan penutupan Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ruas jalan tersebut ditutup untuk kendaraan bermotor selain TransJakarta, karena dijadikan lapak pedagang kaki lima (PKL). Sejak Jumat (22/12) pekan lalu, jalan tersebut setiap hari baru dibuka untuk umum pada pukul 18.00 WIB.
"Perlu ada perbaikan, ya nanti saya sampaikan ke gubernur," kata Halim di Polda Metro Jaya, Rabu (27/12/2017).
Menurutnya, banyak yang perlu diperhatikan perihal penutupan jalan yang berada persis di depan Stasiun Tanah Abang.
Selain soal pengaturan lalu lintas, kata dia, perlu juga diperhatikan apakah masyarakat sekitar dirugikan atau tidak perihal penutupan jalan tersebut.
"Tentunya masyarakat yang tinggal di sekitar Jatibaru perlu dievaluasi, apakah terganggung aktivitasnya. Sudah saya sampaikan kepada gunernur, termasuk pengunjung pasar yang saya kira terganggu aktifitasnya," terangnya.
Sejak dua ruas jalan resmi ditutup pada Jumat pekan lalu, Halim mengakui sudah terjadi dua kali kecelakaan lalu lintas.
"Sudah dua kali, malah saya ketemu kecelakaan terjadi antara mobil dengan mobil di sebelah kanannya," kata Halim.
Baca Juga: Sodomi, Kasus Kejahatan Seksual pada Anak Tertinggi di 2017
Terbaru, kata dia, kecelakaan terjadi antara mobil sedan dengan mobil boks pada Sabtu (23/12) lalu.
Tabrakan itu terjadi saat kedua kendaraan saling ingin menerobos jalanan yang dilakukan sistem pengalihan arus akibat penutupan dua ruas Jalan Jati Baru.
"Pengalihan, dia harus ke bawah malah ke ke kanan, sama sama mau masuk dia," terangnya.
Namun, Halim menyampaikan, kecelakaan itu tak sampai menimbulkan korban jiwa. Insiden kecelakaan itu juga telah diselesaikan dengan tidak menggunakan jalur hukum.
"Sepakat untuk menyelasaikan secara kekeluargaan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan