Suara.com - Petugas Kepolisian Resor Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menduga mayat yang ditemukan dalam saluran drainase di Kelurahan Air Bang, Rabu pagi (27/12/2017) adalah korban kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf, melalui Kasat Lantas AKP Kusman Jaya mengatakan, untuk sementara waktu korban yang diketahui bernama Arif Ridho Gumary Sitorus yang beralamat di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara tersebut akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.
"Untuk penyebabnya sementara ini masih di selidiki petugas, namun diduga korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas," katanya.
Dugaan korban meninggal dunia akibat lakalantas ini diketahui setelah sepeda motor milik korban ditemukan di dalam saluran drainase di RT 08 RW 03, Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah. Sedangkan korbannya ditemukan terbawa air drainase sejauh lebih kurang 1 KM atau tepatnya di RT 01 RW 03, Kelurahan Air Bang.
Kendati pihaknya menduga korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, namun pihaknya saat ini melakukan penyelidikan lebih lanjut sehingga akan mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Warga Jalan Pramuka Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Rabu (27/12) sekitar pukul 06.00 WIB dibuat heboh atas penemuan sesosok mayat di dalam saluran induk drainase di RT 01 RW 03. Mayat ini ditemukan oleh warga yang sedang lari pagi, dan setelah melihat ciri-cirinya tidak mengetahui asal korban sehingga kemudian langsung menguhubungi petugas Polres setempat.
Menurut keterangan Mugiono (64) warga RT 08/03, sesaat setelah penemuan mayat mereka juga menemukan sepeda motor milik korban merek Honda Beat warna hitam pelat BK 6612 ADU. Sepeda motor ini ditemukan berada di dalam saluran drainase dalam keadaan melintang dan mesinnya masih hidup.
"Saat melihat kesaluran drainase saya lihat ada sepeda motor yang melintang dan mesinnya masih hidup. Kemudian hal ini langsung kami laporkan kepada anggota polisi yang kebetulan melintas di sini," ujarnya.
Sementara itu Darwanto, salah seorang dokter yang bertugas di Rejang Lebong, mengakui jika mayat yang ditemukan warga ini merupakan saudara dari isterinya (ipar) yang baru tiba dari Medan dua hari lalu. Setelah jenazahnya diperiksa tim medis, kemudian dimandikan dan dikafani petugas di RSUD Curup, selanjutnya mereka bawa ke Medan guna dimakamkan di tempat keluarganya. [Antara]
Baca Juga: Prajurit Kostrad Dibunuh, Mayat Ditemukan di Irigasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg
-
Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777
-
Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum