Pasangan Andri dan Nurlaila
Andri (22), warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengatakan tidak punya uang untuk menggelar pernikahan. Sebab, keduanya belum memiliki pekerjaan tetap.
"Ingin nikah massal karena kalau nikah sendiri nggak ada biaya. Saya dapat informasi ini dari orang Kelurahan Tanjung Priok," kata Andri.
Andri sudah empat tahun mengenal kekasihnya Nurlaila (18). Ia mengaku grogi akan melangsungkan ijab qobul secara bersamaan.
Foto: Pasangan Andri dan Nurlaila di pernikahan massal di malam Tahun Baru. [Suara.com/Dwi Bowo Rahadjo]
Nurlaila mengaku senang dapat dinikahi pujaan hatinya.
"Bahagia bisa nikah, seneng," kata dia.
Saat ditanya apakah akan bulan madu ke luar kota, Andri mengaku tidak tahu. Ia lebih memilih fokus untuk mencari pekerjaan.
Baca Juga: Cerita Pasangan Nikah Massal di Malam Pergantian Tahun
Pasangan Piter dan Talia
Piter dan Talia sudah menikah siri sejak 2015 lalu. Mereka sudah dikaruniai seorang anak lelaki berusia 1,5 tahun. Kepada suara.com keduanya mengaku ingin diaku sebagai pasangan suami istri oleh negara, untuk itu ia ikut program ini.
"Senang banget. Sebelumnya sudah nikah, tapi belum dapat buku. Kita berdua satu kelurahan, cuma beda RT," ucap Piter.
Talia mengaku tidak grogi. Hal ini dikarenakan ia telah menikah sebelumnya.
Foto: Pasangan Piter dan Talia di nikah massal malam Tahun Baru. [Suara.com/Dwi Bowo Rahardjo]
"Nggak grogi, biasa saja. Ini datang sama keluarga," ucap warga Kramat Sentiong, Senen, Jakarta Pusat itu.
Nikah masal yang diselenggarakan Pemerintah Jakarta dalam rangka memeriahkan malam pergantian tahun.
Peserta yang ikut program ini tidak dipungut biaya, melainkan dapat mahar berupa Al Qur'an, perlengkapan alat salat, dan emas seberat satu gram, serta tabungan Rp200 ribu per pasangan dari Mandiri Syariah.
Pemerintah menyediakan baju pengantin, makanan untuk keluarga. Selain itu, di lokasi nikah massal terdapat pelaminan adat Betawi dengan sisi kiri dan kanan terdapat ondel-ondel.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga