Suara.com - Ketua DPP Partai Golkar Happy Bone Zulkarnaen mengatakan, kader-kadernya tak mempersoalkan Arilangga hartarto rangkap jabatan sebagai Menteri Perindustrian RI sembari menjadi ketua umum partainya.
Apalagi, kata dia, selama menjabat Menteri Perindustrian pada kabinet kerja Presiden Joko Widodo, Airlangga dinilai mampu menunjukkan kinerja baik.
"Bisa ditilik dari prestasi Kementerian Perindustrian yang meroket naik, banyak yang menjadi ikon dan mesti berkelanjutan. Jadi, sangat disayangkan kalau hal itu tak dilanjutkan demi kepentingan nasional,” kata Happy dalam diskusi bertemakan "Perlukah Airlangga Mundur" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1/2018).
Menurut Happy, Partai Golkar sendiri menilai Airlangga tak perlu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai “pembantu” Jokowi.
Happy mencontohkan, seperti Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) yang dulu menjadi Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat.
Politikus senior Golkar sendiri, Muhammad Jusuf Kalla, pernah mengampu jabatan sebagai Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum partai berlambang Pohon Beringin tersebut.
" Kalau lihat sejarah, Pak SBY dan Pak JK rangkap jabatan. Jadi, itu hal lumrah, yang biasa. AH ini profesional, kemampuannya di atas rata-rata. Bagaimana saling menguatkan saja," tuturnya.
Untuk diketahui, Airlangga didapuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar sejak 20 Desember 2017 melalui musyawarah nasional luar biasa. Ia menggantikan Setya Novanto yang berada di balik sel tahanan KPK karena tersangkut kasus dugaan korupsi dana proyek pengadaan KTP elektronik.
Baca Juga: Jennifer Dunn Resmi Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai