Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Taufik Basari mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) agar melakukan verifikasi faktual terhadap semua partai politik yang ingin menjadi peserta Pemilu 2019.
Hal itu disampaikannya, meski sebenarnya Partai Nasdem sendiri menginginkan partai lama, termasuk Nasdem tidak perlu dilakukan verifikasi faktual lagi.
"Putusan MK harus dijalankan, jangan sampai terpikir untuk mengesampingkan putusan MK tersebut," katanya dalam diskusi bertajuk Pro Kontra Verifikasi Faktual Parpol di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/2018).
Taufik mengatakan kesepakatan antara komisi II DPR dengan pemerintah adalah untuk tidak menjalankan verifikasi faktual. Namun, dia merasa keberatan dengan putusan MK yang dikeluarkan saat akhir-akhir penetapan Parpol.
"Ini harus kita sadari sebagai kesulitan teknis yang mau tidak mau harus ada kompromi. Sekarang bagaimana kompromi-kompromi tidak menghiraukan prinsip, prinsip kedilan," katanya.
Taufik berharap kejadian seperti ini menjadi pelajaran bagi KPU sebagai penyelenggara Pemilu dan partai politik sebagai peserta Pemilu. Sebab, menurutnya ada banyak partai yang sedari awal tidak siap untuk diverifikasi, bahkan tidak ingin ada verifikasi faktual.
"Mau ada atau tidak (verifikasi aktual), Parpol harus tetap siap dalam menghadapi Pemilu, bahkan sampai yang detail, apakah kantor aktif, ini kan juga harus dipersiapkan, apakah ada gambar foto presiden dan wakil presiden," terangnya.
Sejak dua tahun lalu, lanjut Taufik, seharusnya parpol sudah siap untuk menghadapi hal tersebut. Semangat inilah, kata dia, yang diharapkan dimiliki oleh partai-partai lain, juga masyarakat.
"Kalau Parpol hanya sekedar ingin ikut, itu sama saja, itu akan semakin menambah pandangan negatif terhadap Parpol," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa
-
DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah
-
Dosen Universitas Budi Luhur Inisial Y Dipolisikan, Diduga Cabuli Mahasiswi Sejak 2021
-
Soroti Angkot Ngetem Picu Macet, Pramono Anung Bakal Tambah Armada Mikrotrans dan JakLingko
-
Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live