Suara.com - Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membantah pernah menerima uang dari hasil korupsi proyek pengadaan e-KTP. Dia pun kembali bersumpah dihadapan majelis hakim dan jaksa serta pengunjung sidang demi menegaskan keterangannya.
Gamawan dihadirkan oleh jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi untuk terdakwa Setya Novanto di gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).
"Satu sen pun saya tak pernah (terima), demi Allah, saya ini anak ulama," kata Gamawan menjawab pertanyaan hakim soal penerimaan uang proyek e-KTP.
Setelah mendengar jawaban Mantan Bupati Solok tersebut, majelis hakim kembali bertanya. Kali ini hakim menyinggung hubungan Gamawan dengan Adiknya Azmin Aulia yang disebut menerima aset dari pemenang tender proyek e-KTP Paulus Tannos.
Terhadap pertanyaan hakim tersebut langsung dibantahnya. Gamawan bahkan mengatakan dosanya akan berlipat jika memang menerima uang dari proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.
"Saya ini anak ulama, ada tiga dosa besar, sirik, durhaka pada orangtua, dan sumpah palsu. Saya sedih sudah dua tahun betul-betul sengsara," katanya.
Azmin Aulia sebagaimana putusan pengadilan terhadap Andi Narogong disebutkan mendapat satu ruko di Grand Wijaya dan sebidang tanah di Jakarta Selatan, dari Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tannos. PT Sandipala merupakan salah satu anggota konsorsium PNRI yang dimenangkan saat proses lelang proyek e-KTP tahun 2011.
Sementara dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Gamawan disebut menerima uang senilai 4,5 juta dolar AS. Namun, terhadap damwaan tersebut, Gamawan telah berulang kali membantahnya.
Baca Juga: Klaim Sikap Gamawan Beda dengan Kesaksian Terpidana Korupsi e-KTP
Berita Terkait
-
Klaim Sikap Gamawan Beda dengan Kesaksian Terpidana Korupsi e-KTP
-
Soal Uang E-KTP, Gamawan: Saya Siap Dihukum Mati yang Mulia
-
Ditanya Jika Jadi TSK, Gamawan Fauzi: Saya Terserah Hukum Saja
-
Gamawan Bantah Terima Aset dari Pemenang Tender Proyek e-KTP
-
Gamawan Fauzi Berdalih Omongan SBY Soal e-kTP Normatif
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sindir DPR dan Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Kirim Karangan Bunga Duka ke Senayan
-
Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR
-
Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta
-
Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'
-
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
-
Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot
-
Bos Maktour Lagi-lagi Mangkir Pemeriksaan Korupsi, KPK Beri Respon Tegas
-
Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T
-
Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik
-
DPR Bocorkan 2 Nama Naturalisasi Baru Timnas: Mitchell Baker dan Luke Vickery Segera Jadi WNI!