Suara.com - Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku sempat marah-marah ketika mendengar isu pejabat Kemendagri mendapat uang Rp78 miliar dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait proyek e-KTP.
Hal itu disampaikan Gamawan saat hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).
"Ya marahlah saya, ada isu orang terima duit. Saya dengar isunya ada yang terima uang, saya marah-marahin," kata Gamawan.
Kesaksian Gamawan berbeda dengan kesaksian Irman dan Sugiharto dalam sidang, Kamis (25/1/2018) lalu. Pada saat itu keduanya mengatakan saat dipanggil oleh Gamawan untuk memastikan informasi yang disampaikan Semretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraeni tersebut, Gamawan hanya diam.
Namun, Irman mengatakan saat itu dia mengatakan kepada Gamawan bahwa informasi penerimaan uang Rp78 miliar tidak benar. Sebab, hal itu masih dalam tahap rencana dari Andi Narogong.
"Pak Menteri hanya diam, seharusnya dia melarangkan untuk menerima uang," kata hakim ketika mendengar jawaban Irman dan Sugiharto.
Sebagai Mendagri, Gamawan Fauzi merupakan salah satu pihak yang ikut pembahasan proyek e-KTP 2011 mewakili pemerintah di DPR. Namun Gamawan bersikeras bantah pernah terima uang atau barang dari proyek e-KTP.
Kendati begitu, dalam surat dakwaan jaksa KPK terhadap Setya Novanto, Gamawan disebut terima uang sejumlah 4,5 juta dolar AS.
Baca Juga: Gamawan Fauzi Berdalih Omongan SBY Soal e-kTP Normatif
Berita Terkait
-
Soal Uang E-KTP, Gamawan: Saya Siap Dihukum Mati yang Mulia
-
Ditanya Jika Jadi TSK, Gamawan Fauzi: Saya Terserah Hukum Saja
-
Gamawan Bantah Terima Aset dari Pemenang Tender Proyek e-KTP
-
Gamawan Fauzi Berdalih Omongan SBY Soal e-kTP Normatif
-
Sering Disebut Terkait e-KTP, Gamawan Jadi Saksi Sidang Novanto
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran