Suara.com - Sandiaga Salahuddin Uno akan mengajak supir angkutan umum yang lewat Tanah Abang ngopi bareng di Balai Kota Jakarta pada Rabu (31/1/2018). Undangan ini untuk menindaklanjuti demonstrasi para supir.
"Kami akan undang teman-teman ini dan para pengusaha kecil di bidang transportasi," kata wakil gubernur Jakarta di Balai Kota, hari ini.
Sambil minum kopi, Sandiaga ingin mendengar secara langsung aspirasi persoalan mereka setelah Jalan Jati Baru Raya ditutup sementara untuk memfasilitasi pedagang kaki lima.
"Kami ingin undang dan mendengarkan apa aspirasi mereka dan bagaimana mencari solusinya," kata Sandiaga.
Acara ngopi bareng sudah dikoordinasikan dengan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede dan Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Andri Yansyah.
Pada Senin (22/1/2018), lalu, ratusan supir mikrolet dari M10, M11, M08, M09, dan JP 03 unjuk rasa di Balai Kota.
Mereka menolak penutupan Jalan Jati Baru Raya.
Setelah demo di Balai Kota, mereka demo lagi di dengan cara menutup Jalan Jati Baru Raya. Mereka meminta pemerintah membuka jalur itu kembali.
Penataan kawasan sekitar Pasar Tanah Abang yang dilakukan Gubernur Anies Baswedan menjadi sorotan publik. Soalnya, penutupan Jalan Jati Baru Raya atau depan stasiun untuk memfasilitasi pedagang kaki lima menjadi pro dan kontra.
Beberapa waktu yang lalu, Wakil Ketua DPRD Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) bertemu Anies berkaitan dengan penataan Tanah Abang. Lulung mengungkapkan dalam pertemuan itu ada rencana membangun sky bridge seperti di Bandung, Jawa Barat.
"Pak Anies sama Pak Sandiaga mau bikin sky bridge seperti di Bandung, itu ada jembatan di sana," ujar Lulung di Balai Kota.
Sky bridge yang dimaksud Lulung yaitu Teras Cihampelas. Di kawasan itu, pedagang ditata sedemikian rupa untuk menarik pengunjung.
"Saya apresiasi pak, saya akan dukung itu dan saya bilang jangan berlama-lama (mengambil keputusannya), karena ranahnya sudah masuk politisasi, kasihan," katanya.
Menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan konsep itu keren dan dia mendukung penuh.
"Seperti teras Cihampelas, Insya Allah. Keren kan? studi banding tuh. Itu ide pemerintah. Kami dengar itu tadi," kata Lulung.
Berita Terkait
-
Viral Nenek Curi 16 Potong Pakaian di Tanah Abang, Ketahuan Usai Barang Jatuh dari Balik Gamis
-
Berburu Pakaian untuk Lebaran di Pasar Tanah Abang
-
Viral Pasar Tanah Abang Diklaim Makin Sepi Pengunjung, Gegara Parkir Liar dan Premanisme?
-
Kurma Laris Manis di Pasar Tanah Abang, Harga Mulai Rp40.000/kg
-
Pasar Tanah Abang 'Berubah' Jadi Masjid, Umat Islam Melaksanakan Salat Jumat
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Cuaca Ekstrem Rusak Puluhan Rumah di Probolinggo, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
Kemenhut Bidik Aktor Intelektual di Balik Tewasnya Gajah Sumatra di Konsesi Riau
-
Prabowo Janjikan Biaya Haji Turun Drastis, Bangun 'Kampung Haji' di Mekkah
-
Ogah Masuk Gorong-gorong Mirip Jokowi, Pramono: Yang Bekerja Otaknya
-
Guyon Ogah Masuk Gorong-gorong, Pramono Pilih Kerja Pakai Otak dan Pikiran
-
Sempat Kabur, Otak Dugaan Suap Impor Barang KW di Bea Cukai Akhirnya Pakai Rompi Oranye KPK
-
Pesan Keras Prabowo di Kandang NU: Jangan Ada Dendam, Mari Bersatu Demi Rakyat
-
Viral CCTV Pria Diduga Gendong Mayat di Tambora, Polisi Turun Tangan
-
Prabowo Janji Sediakan Lapangan Kerja dan Jutaan Rumah Murah, Ini Rencana Lengkapnya!
-
Prabowo Ungkap Dana Umat Rp500 Triliun, Siap Bentuk Lembaga Pengelola Super?