Gubernur Jambi Zumi Zola menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/1).
Tim Satuan Tugas Divisi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumah Gubernur Jambi Zumi Zola, hari ini.
"Ya, ada penggeledahan. Tim masih di lapangan. Update berikutnya akan disampaikan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pengembangan kasus dugaan suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi tahun 2018 mengalami kemajuan pesat.
Ketika ditanya apakah posisi Zumi Zola terancam, Saut mengatakan, "Nanti kalian tunggu aja ya, pokoknya ada perkembangan yang signifikan. Belum, belum ya (tersangka)."
Saut mengatakan kalau KPK sudah mulai menggeledah rumah, berarti penyidik sudah sangat hati-hati.
"Nanti kalian tunggu saja, tapi biasanya kalau kita masuk berarti kita sudah hati-hati, itu saja, saya hanya bisa ngomong itu," kata Saut.
Dugaan suap pengesahan APBD Jambi tahun anggaran 2018 mulai terkuak setelah KPK operasi tangkap tangan terhadap empat tersangka, yakni Erwan Malik, Arfan, Saifudin, dan anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN Supriyono.
Dari tangan mereka, penyidik mengamankan uang Rp4,7 miliar dari total "uang ketok" Rp6 miliar.
Belakang, ada sejumlah anggota DPRD Jambi yang mengembalikan uang kepada KPK.
KPK sudah melimpahkan berkas perkara dari Erwan Malik, Arfan, dan Saifudin ketahap kedua atau penuntutan. KPK menilai berkas perkara ketiganya sudah lengkap, sehingga dalam waktu dekat akan disidangkan di pengadilan tipikor Jambi.
"Ya, ada penggeledahan. Tim masih di lapangan. Update berikutnya akan disampaikan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pengembangan kasus dugaan suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jambi tahun 2018 mengalami kemajuan pesat.
Ketika ditanya apakah posisi Zumi Zola terancam, Saut mengatakan, "Nanti kalian tunggu aja ya, pokoknya ada perkembangan yang signifikan. Belum, belum ya (tersangka)."
Saut mengatakan kalau KPK sudah mulai menggeledah rumah, berarti penyidik sudah sangat hati-hati.
"Nanti kalian tunggu saja, tapi biasanya kalau kita masuk berarti kita sudah hati-hati, itu saja, saya hanya bisa ngomong itu," kata Saut.
Dugaan suap pengesahan APBD Jambi tahun anggaran 2018 mulai terkuak setelah KPK operasi tangkap tangan terhadap empat tersangka, yakni Erwan Malik, Arfan, Saifudin, dan anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN Supriyono.
Dari tangan mereka, penyidik mengamankan uang Rp4,7 miliar dari total "uang ketok" Rp6 miliar.
Belakang, ada sejumlah anggota DPRD Jambi yang mengembalikan uang kepada KPK.
KPK sudah melimpahkan berkas perkara dari Erwan Malik, Arfan, dan Saifudin ketahap kedua atau penuntutan. KPK menilai berkas perkara ketiganya sudah lengkap, sehingga dalam waktu dekat akan disidangkan di pengadilan tipikor Jambi.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Selain Dara Arafah, 8 Artis Indonesia Ini Juga Menikah di Tanah Suci
-
5 Potret Adu Mewah Lokasi Pernikahan Anak Pejabat, Terbaru Rasyid Rajasa dan Tamara Kalla
-
Vonis Zumi Zola Mirip dengan Harvey Moeis, Ujung-ujungnya Cuma Dipenjara Kurang dari 4 Tahun
-
Beda Harta Kekayaan Putri Zulhas vs Zumi Zola Versi LHKPN, Siapa Lebih Tajir?
-
7 Potret Verrell Bramasta Jadi Groomsmen Putri Zulhas, Gagah!
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam