News / Metropolitan
Jum'at, 02 Februari 2018 | 11:02 WIB
Anies Baswedan [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Kata-kata merupakan salah satu senjata Anies Rasyid Baswedan dalam bekerja memimpin Jakarta. Dia meminta janganlah meremehkan kekuatan kata-kata.

"Jangan pernah meremehkan kekuatan kata-kata. Jangan pernah meremehkan orang-orang yang pernah bekerja dengan kata-kata," ujar Anies, hari ini.

Anies mengatakannya ketika pidato sambutan di acara launching Pelayanan Terintegrasi Dokumen Kependudukan dengan Pelayanan Kelahiran dan Kepersertaan BPJS  di RSIA Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat.

Anies menilai sekarang-sekarang ini banyak orang yang hanya fokus pada kerja, tetapi meremehkan kekuatan kata-kata.

Untuk menunjukkan bahwa kata-kata punya kekuatan, Anies menyontohkan awal mula pembangunan RSIA Budi Kemuliaan. Rumah sakit yang  kini berusia 106 tahun. Pembangunannya terinspirasi dari sebuah karya tulis pada 1 September 1912. 

"Kita sering melanggar, (menganggap) kata-kata nggak penting. Hari ini kita sering menganggap yang penting kerja. ini bukti bahwa bahwa Budi Kemuliaan hadir karena kekuatan kata-kata,” kata Anies.

Anies kemudian menyontohkan buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini berisi kumpulan surat yang ditulis R. A. Kartini untuk kawan-kawannya di Eropa.

"Ada tiga level, gagasan, narasi, kerja. Harus ada gagasnya, harus ada kata-katanya, narasinya. Jangan katakan kerja tanpa narasi. Tempat ini (Budi Kemuliaan) contoh konkret dari gagasan jadi kata-kata dan diterjemahkan dalam karya," kata dia.

Load More