Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Minggu kembali ke Jakarta setelah sempat mendapatkan perawatan akibat kena sengatan ikan Pari saat berlibur di Derawan, Kalimantan Timur.
"Saya amat bersyukur dan berterima kasih, perhatian dan bantuan dari Bupati, Wabup, pimpinan DPRD, Kapolres sangat baik. Perhatian yang begitu hangat penuh kekeluargaan saya rasakan dari Kakanwil Kaltara dan Kaltim berikut staf jajarannya, para tokoh agama dan masyarakat umumnya," kata Lukman dikutip laman kemenag.go.id, Minggu.
Menag disengat ekor ikan Pari pada bagian bawah mata kaki di atas tumit kaki kanannya. Akibat sengatan itu, Lukman sempat dibawa ke Puskesmas Derawan, lalu dirujuk ke RSUD Berau.
Dia mendapat penanganan yang baik dari para dokter dan perawat, baik saat di puskesmas maupun di RSUD.
"Saya amat terharu, beberapa guru dan staf KUA dari Maratua sebagai pulau terluar, mengarungi ombak besar, sengaja datang ke Derawan dan bahkan ke Berau hanya demi ingin mengetahui kondisi saya secara langsung," kata dia.
Lukman mengaku insiden tersebut sebagai kecelakaan akibat dirinya kurang berhati-hati dan tidak ada pihak yang harus disalahkan.
"Kecelakaan ini sama sekali tidak membuat saya kapok untuk suatu saat nanti bisa berkesempatan kembali ke tempat-tempat lokasi wisata yang indah itu, khususnya ke Labuan Cermin, Biduk-Biduk yang belum sempat saya singgahi," katanya.
Dia mengatakan kegiatannya di Derawan merupakan agenda pribadi bersama keluarga sehingga wajar tidak banyak yang mengetahui secara cepat mengenai insiden tersengat Ikan Pari.
Menag bersama istri dan anak-anaknya berlibur ke Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki dan berencana ke Labuan Cermin di wilayah Kaltim.
"Kami tidak ingin merepotkan banyak pihak dan tidak ingin ada protokoler dalam kegiatan pribadi selama liburan," tuturnya.
Pada Sabtu (3/2) dari Pulau Derawan, Menag dengan keluarga bermaksud menuju Pulau Maratua. Namun karena hujan lebat dan ombak besar mereka terpaksa singgah di Pulau Sangalaki menunggu cuaca membaik.
"Setelah sekitar dua jam di Sangalaki, kami bersiap menuju Pulau Kakaban. Ketika hendak naik boat dan permukaan air laut masih sebatas betis, tiba-tiba Ikan Pari menyengat bawah mata kaki di atas tumit kaki kanan saya," kata dia.
Kejadian tersebut, kata dia, sekitar pukul 11.15 WITA. Selanjutnya, Menag langsung kembali ke Derawan guna menuju Puskesmas terdekat.
"Para perawat amat baik dan cekatan menangani luka saya. Namun satu jam setelah itu, terjadi pendarahan yang cukup banyak pada luka. Saat itu juga diputuskan untuk dibawa ke RSUD Berau," katanya.
"Tiba di RSUD Berau saat magrib. Para dokter dan perawat melakukan penanganan yang amat baik," kata dia. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati