Suara.com - Petugas gabungan Polres Bogor, Korem 061, Kodim 0621, BPBD dan Basarnas berhasil menemukan tiga dari lima orang korban yang tertimbun longsor di jalur kereta api jurusan Bogor-Sukabumi KM 13.800 sepanjang 40 meter dengan keadaan tertumpuk.
"Iya kami masih bersama kepolisian dan lainnya terus menggali dengan alat berat eskavator dan anjing pelacak untuk mencari dua lagi," kata Komandan Distrik Militer (Dandim) 0621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco di lokasi kejadian Cijeruk Maseng, Selasa (6/2018).
Ketiga korban yang tewas adalah Nani (30) Aurel (2) dan Aldi (9). Mereka diketemukan dalam keadaan tertumpuk bertiga di longsoran sekitar rumahnya di dekat rel.
Menurutnya, cuaca hujan yang deras tidak membuat tim akan melakukan penghentian sementara sejauh keadaan masih terkendali.
Dua korban yang masih hilang dari lima yang tertimbun yakni Alan Maulana Yusuf (17) dan dan Adit (11). Mereka masih terus disasar sepanjang longsoran 40 meter.
Kelima korban tersebut adalah satu keluarga yang terdiri dari ibu dan anak-anaknya, sedangkan Asep selaku ayahnya tidak ikut tertimbun.
Evakuasi dipimpin Danrem 061 Kolonel Inf Mohamad Hasan dengan gabungan anggota tim Polres Bogor, Kodim 0621, BPBD, dan Basarnas melakukan pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan jumlah personel sekitar 200 orang lebih yang terlibat.
Hingga kini, kata dia upaya pencarian terus dilakukan dan sejumlah tokoh dikabarkan akan hadir ke lokasi untuk meninjau longsor.
"Kami berharap korban segera ditemukan, semua tim terus bergerak," ujar Fransisco.
Baca Juga: Diduga Masih Ada Korban, Tim Lanjutkan Evakuasi Longsor Puncak
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat