Suara.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Mohamad Sohibul Iman mengingatkan kondisi perpolitikan di Republik Indonesia menghadapi tantangan berat seperti berbagai pihak pemilik modal yang membiayai untuk memuluskan kepentingan mereka.
"Kita menghadapi beberapa tantangan berat di politik kita saat ini. Pertama, derasnya arus liberalisme dan masuknya para kapitalis dalam politik di negeri kita menjadikan politik kita semakin berbiaya mahal," kata Sohibul Iman, hari ini.
Mohamad Sohibul Iman menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Ngaji Budaya & Rembug Nasional Legislator PKS Se-Indonesia yang digelar di Yogyakarta.
Menurut dia politik berbiaya tinggi mengakibatkan orang-orang yang sebenarnya punya kapasitas dan integritas susah masuk dalam politik yang berbiaya mahal.
Tantangan kedua, lanjutnya, adalah oligarki politik atau sekelompok pemodal yang membiayai parpol sehingga elite pun akhirnya dikendalikan para pemilik modal.
"Oligarki ini bisa terjadi di dalam partai politik atau intra partai, atau oligarki antar partai politik atau antar partai. Ini berbahaya. Kalau oligarki ini terus membesar maka akan mereka ini akan bergerak seperti mafia, yang sulit sekali dilawan," paparnya.
Sedangkan tantangan ketiga, ujar Presiden PKS, adalah politisi yang dibiayai oleh pengusaha sehingga dikunci oleh kepentingan pengusaha itu.
Selanjutnya tantangan yang keempat adalah politik involutif atau politik yang berputar-putar di situ saja tidak mengalami kemajuan.
"Politik kita semakin hingar bingar namun kesejahteraan rakyat tercecer di belakang. Ini sangat mencemaskan bagi kita semua," ucapnya.
Sohibul Iman mengingatkan bahwa sejumlah negara ketika mendapatkan bonus demografi memiliki pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen, sedangkan Indonesia saat ini pertumbuhan ekonominya masih berada di sekitar angka 5 persen.
Untuk itu, Presiden PKS merekemondasikan sejumlah hal untuk membereskan berbagai permasalahan politik saat ini, yaitu institusionalisasi demokrasi yaitu dengan memperkuat penegakan hukum dan etika.
"Sejatinya hukum dan etika inilah yang merupakan institusi sesungguhnya karena itu merupakan aturan main atau rule of the game, bukan bangunan fisiknya. Inilah yang harus kita perjuangkan," paparnya.
Selain itu, ujar dia, harus ada perubahan pola pikir dengan lebih memiliki kesadaran yuridis dan etis karena tidak ada gunanya penegakan hukum dan etika bila tidak diikuti oleh perubahan kesadaran yuridis dan etis, terutama di kalangan elite.
Terakhir, lanjutnya, adalah perlunya melembagakan koalisi yang permanen untuk isu-isu strategis, jadi tidak dibentuk ketika ada kepentingan atau acara tertentu saja. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Mukmin Juara 1 SUCI 12 Kompas TV Dicolek PKS, Ada Apa?
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
PKS Usul Pemprov DKI Jakarta Blokir NIK Suami yang Tak Nafkahi Anak-Istri usai Cerai
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Perampok Emas 500 Gram di Menteng Ditangkap usai Tikam Korban 7 Kali
-
Warga Rusia Dibatasi Beli Bensin Usai Serangan Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow
-
Misteri 1 Hektare Tanah Fadia Arafiq, KPK Telusuri Aset Tersembunyi di Berbagai Titik
-
Respons Kunker Gibran Bareng Mahasiswa: Buktikan Bisa Bawa Perubahan untuk Rakyat
-
KPK Cecar Silmy Karim terkait Dugaan Gratifikasi Izin Tinggal WNA
-
Awas Macet! Ada Haul Akbar di Monas Malam Ini, Cek 8 Rute Alternatif dan Lokasi Parkir
-
Ratusan Mahasiswa Trisakti Kepung DPR Siang Ini, Bawa Tritura Baru dan Kritik Kinerja Pemerintah
-
Bomber Andalan Persib Jagokan Cristiano Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia 2026, Selain Brasil
-
Akhir Pelarian Paulus Tannos? Agustus Jadi Penentu Kepulangan Buron e-KTP
-
Ketum TMI Klaim Program MBG Bikin Anak Sekolah Lebih Percaya Diri, Bentuk Satgas Awasi SPPG