- Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menyatakan koalisi permanen berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara, bukan elite.
- Pernyataan tersebut disampaikan Almuzzammil saat menanggapi wacana koalisi permanen di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
- Koalisi permanen wajib menyatukan kehendak rakyat dengan keinginan para elite demi tujuan berbangsa.
Suara.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menilai koalisi permanen adalah koalisi yang mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan para elite.
Hal itu disampaikan Almuzzammil saat menanggapi wacana pembentukan koalisi permanen oleh partai politik.
"Saya kira koalisi permanen itu permanennya adalah kepentingan bangsa dan negara. Itu yang permanen. Nggak bisa permanen diperkecil menjadi kepentingan elite, itu tidak boleh," kata Almuzzammil usai buka puasa bersama di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).
Almuzzammil menegaskan kembali bahwa makna koalisi permanen adalah koalisi dalam kerangka membangun bangsa dan negara demi kepentingan terbaik bagi rakyat.
"Iya, saya kira saya garis bawahi, koalisi permanen kita atas nama elite harus bersatu dengan atas nama rakyat. Di situ. Nggak bisa elite koalisi sendiri, rakyat koalisi sendiri, ini nggak," kata Almuzzammil.
"Saya kira apa yang terjadi di Nepal itu seperti itu. Sekarang rakyat sudah sangat pandai, sangat kritis. Nepal bisa seperti itu, Bulgaria bisa seperti itu ya, kita juga mengalami di Agustus kemarin," sambungnya.
Menurut Almuzzammil, koalisi permanen harus mampu mempertemukan kehendak rakyat dengan keinginan elite.
"Itu bersatu. Itulah yang ada di tujuan berbangsa-bernegara kita di Konstitusi. Saya kira itu titik tolaknya," kata Almuzzammil.
Baca Juga: Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik
Berita Terkait
-
Habibie dan Etika Politik yang Hilang:Ketika Negara Menjadi Utang Politik
-
Demo Bulan Agustus Disebut Tidak Lahir dari Isu Tunggal, Tapi Akumulasi Ketidakpuasan Masyarakat
-
Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat
-
Sarmuji Tegas ke Kader Golkar: Jangan Ada Jeruk Makan Jeruk di Koalisi
-
Hampir Setahun Janji Prabowo Tapi RUU PPRT Tak Kunjung Disahkan, Koalisi Ancam Duduki DPR
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel
-
Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
-
Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
-
Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump
-
Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari