News / nasional
Pebriansyah Ariefana
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beramah tamah dengan Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Negara, Senin (16/10/2017). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan ada sebuah kajian jika Indonesia diramalkan akan bubar atau tidak ada lagi di tahun 2030. Ramalan itu, disebut Prabowo berdasar kajian sebuah negara.

Namun Prabowo tak sebut spesifik negara mana yang ramalkan Indonesa bubar di 2030. Penyataan itu ada dalam sebuah pidato Prabowo yang diunggah dalam Facebok Gerindra, Minggu (18/3/2018) lalu.

Video pidato itu berdurasi 1.19 menit.

"Sudah berkali-kali Prabowo Subianto mengingatkan, bahwa negara ini kaya namun miskin karena para elit kita membiarkan para komprador menguasai sumber daya alam Indonesia. Bahwa mereka, para elit, seakan menutup mata dan telinganya ketika banyak rakyat Indonesia berteriak kelaparan, para ibu berteriak susahnya akses kesehatan yang layak, mahalnya pendidikan yang bermutu. Pantaskah mereka dipilih kembali? Pantaskah mereka kita biarkan terus menjarah hasil bumi nusantara?" begitu pembuka postingan Gerindra di Facebooknya.

Baca Juga: 15 Orang Jadi Cawapres untuk Prabowo Subianto, Siapa Saja?

Berikut pernyataan lengkap Prabowo dalam video itu:

Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyayian lagu kebangsaan, kita masih memakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini.

Tapi di negara lain, mereka sudah membikin kajian-kajian di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung, mereka ramalkan kita ini bubar.

Elit kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa. Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.

Baca Juga: Prabowo Subianto Didesak Deklarasi Sebagai Capres

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri, tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.