Suara.com - Josefina Agatha Syukur, Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berharap Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Sutaji, dapat mengabulkan permohonan kliennya dalam perkara gugatan cerai terhadap Veronica Tan.
Saat mengajukan gugatan cerai ke PN Jakarta Utara, Ahok juga menyertakan permohonan hak asuh dua dari tiga anaknya, yakni Nathania Purnama dan Daud Albeenner Purnama.
Kalau permohonan itu dikabulkan, siapa yang akan mengasuh anaknya selama Ahok masih di balik jeruji besi?
"Tidak masalah kalau begitu, yang penting kan di bawah pantauan Pak Ahok," ujar Josefina di Gedung PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/3018).
Josefina mengatakan, ibunda Ahok, Buniarti Ningsih, dan keluarga besar kliennya sementara bisa mengurusi kebutuhan Nathania dan Daud.
"Kan ada mamanya Pak Ahok, ada keluarganya juga. Jadi tidak masalah (kalau hak asuh dikabulkan). Yang penting di bawah pantauan Pak Ahok," tukasnya lagi.
Majelis hakim akan memutus perkara gugatan cerai Ahok ke Veronica pada Rabu (4/4/2018) mendatang.
Ahok kekinian tengah menjalani masa dua tahun penjara di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, karena divonis bersalah dalam kasus penodaan agama.
Baca Juga: Marak Skimming, Polisi Awasi Ketat Orang Asing Masuk Indonesia
Berita Terkait
-
Ahok Berharap Perceraian dan Hak Asuh Anak Dikabulkan Hakim
-
MA Tunjuk Hakim Artidjo Tangani PK Ahok, Pengacara Banyak Berdoa
-
Sebelum Putusan, Hakim Sidang Cerai Ahok Kasih Kesimpulan
-
Kuasa Hukum Prediksi Putusan MA Terkait PK Ahok Keluar Juni 2018
-
'Action Figure' Ahok Laris Dijual, Pengacara: Belum Ada Izin!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara