Suara.com - Menteri Sosial Idrus Marham mendatangi rumah duka Prabosutejo adik tiri dari Mantan Presiden RI ke-2 Soeharto. Idrus tiba di rumah duka Jalan Dipenegoro no. 20-22, Jakarta Pusat tak lama sebelum jenazah Prabosutejo di berangkatkan.
Dengan mengenakan batik bercorak cokelat dan peci hitam ia menyampaikan rasa duka citanya yang mendalam.
"Sejak jadi menteri saya memang belum pernah ketemu inilah saya kesini Alhamdulilah masih sempat melihat baru petinya tadi," ujar Idrus di halaman rumah duka, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2018).
Tapi baginya yang terpenting setelah ini ialah mengantarkan dan mendoakan beliau ke tempat peristirahatan yang terakhir.
"Dan kita punya keyakinan bahwa apabila manusia telah meninggal maka tiga yang tidak terputus dan dalam pandangan kita, secara syariah beliau telah melakukan amal soleh yang cukup banyak," ujarnya.
Ia mengatakan, hal tersebut tak terlepas dari sosok beliau sebagai guru dan tentu telah mengamalkan ilmunya.
Ia yakin putra-putrinya adalah putra putri yang baik. Amal soleh maupun ilmu yang diamalkan bermanfaat.
"Insayallah perjalanan beliau menghadap Allah bejalan baik," ujarnya.
Baginya, Probo sejak dahulu bahkan hingga saat ini masih memiliki peranan besar terutama dalam membantu masyarakat miskin.
"Sebab memang beliau keprihatinannya disitu," jelasnya.
Idrus mengaku jika dirinya dulu sempat mendampingi perjalanan Probo ketika di Jatim dan disini.
Idrus mengatakan jika dirinya sangat memahami kepedulian Prabo atas bagaimana memperdayakan masyarakat miskin, dan membantu masyarakat yang tidak mampu.
"Itulah prioritas beliau sebagian besar, juga sumbangan -sumbangan beliau dalam rangka untuk itu. Saya kira beliau termasuk salah satu contoh dari putra bangsa yang ada dan patut kita berikan perhatian secara khusus," tuturnya.(Lili Handayani)
Berita Terkait
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Menggugat Narasi Tunggal Orde Baru dalam Menolak Sejarah Penguasa
-
Potret Hangat Lebaran Presiden Prabowo: Makan Bareng Titiek Soeharto, Didit, dan Bobby Kertanegara
-
Dari Orde Baru ke Reformasi: Kontroversi Barnas dalam Catatan Habibie
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Dampak Kasus Amsal Sitepu: Pekerja Kreatif Khawatir Kerjasama dengan Pemerintah
-
Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran
-
Prinsip 'No Service No Pay': Badan Gizi Nasional Bakal Cabut Insentif SPPG yang Lalai
-
Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan
-
Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung
-
Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi
-
Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
-
Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit
-
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran