Suara.com - Asnawi, seorang juru parkir (Jukir) di Taman Bungkul Surabaya tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji untuk kali kedua.
Berbekal kesabaran dan kesederhanaan, dia bisa mencium Hajar Aswat (Batu Hitam) yang menempel di dinding Kakbah bersama istrinya, Siti Maryam.
Asnawi adalah seorang kakek kelahiran Sampang Madura 78 tahun silam. Dia nekat merantau ke Kota Pudak, Gresik tak lama setelah menikah.
Di sana, dia memilih berdagang kaca mata untuk bisa bertahan hidup.
Kesederhanaan di rumah kontrakan, menjadi pilihan Asnawi demi bisa menjalankan Rukun Islam ke 5.
Bahkan, untuk menyisihkan uang hasil jerih payahnya demi berhaji, dia rela makan nasi dan garam saja.
"Untuk bisa naik haji, saya harus menabung setiap hari. Per hari tidak pasti besaran yang saya tabung. Yang jelas per hari saya menabung Rp 2000-Rp 5000," kata Asnawi saat ditemui Suara.com di tempat kerjanya, Taman Bungkul, Surabaya.
Karena memiliki tekad kuat untuk menunaikan haji, Asnawi berpesan pada istrinya untuk tidak berfoya-foya.
Istri Asnawi tidak pernah protes dan menuntut lebih selama hidup bersamanya.
Baca Juga: Merger BTPN dengan Bank Sumitomo Mitsui Masih Tahap Uji Tuntas
"Alhamdulillah istri saya patuh terhadap perintah saya, dan tidak pernah menuntut lebih," terang Asnawi.
Alhasil, setelah uang terkumpul, pada tahun 1990, Asnawi berangkat ke Arab Saudi untuk beribadah haji bersama istrinya. Sesampainya di mekah, Asnawi mengakui menangis bahagia bisa tercapai keinginannya.
Selepas haji, Asnawi memilih tinggal di Surabaya untuk menjadi juru parkir di Taman Bungkul, atas ajakan keponakannya.
Ia menceritakan, setelah menetap kurang lebih 3 tahun, Asnawi bertemu dengan orang etnis Tionghoa. Dia mengaku didatangi warga Pecindilan itu untuk meminta bantuan menjadi mualaf.
"Dia mendatangi saya untuk meminta dipertemukan pada seorang kiai. Dia bermaksud masuk Islam. Dia menjanjikan ke saya, setelah masuk Islam akan memberangkatkan saya dan istri berhaji," cerita bapak satu anak ini.
Janji itu dipenuhi. Pada tahun 1993, Asnawi dan istrinya kembali naik haji untuk kali kedua.
"Saya tidak menyangka bisa kembali ke Mekah untuk kedua kalinya. Saya sangat bahagia," aku Asnawi yang terlihat matanya berkaca-kaca.
Nasib Asnawi semakin hari semakin mujur. Kini Asnawi telah diangkat menjadi pegawai pemerintah di bidang perparkiran. Gaji yang diterimanya per bulan sudah sesuai nilai UMK Kota Surabaya.
"Sekarang enak, tidak kayak dulu. Sudah 3 bulan ini saya menerima gaji bulanan. Senang sekali," tambahnya. [Achmad Ali]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan