Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dinilai sedang meniru strategi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada pemilihan umum 2016 di AS untuk meraup dukungan jelang pemilihan presiden pada 2019 mendatang.
"Pak Prabowo itu saya lihat sedang menjalankan strategi perang seperti Pilpres di Amerika Serikat. Nah, apa strategi Donald Trump? Mempertentangkan kalangan bawah dan atas jadi diungkap persoalan kesenjangan," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari di Jakarta, Selasa (3/4/2018).
Kedua, lanjutnya, Prabowo saat ini tengah mendengungkan ketakutan terhadap ancaman negara asing.
"Kedua, (Trump) mencoba menyampaikan rasa takut, bahwa Amerika Serikat di bawah ancaman asing. Jadi Trump mengatakan kita di bawah ancaman Cina, awas ada ancaman dari Islam, awas tenaga kerja migran. Jadi menurut saya agak mirip," ujar dia.
Ia menjelaskan hal-hal yang dibagikan oleh keduanya ialah pesimisme dan ketakutan. Jika dikembangkan dan mempengaruhi mayoritas masyarakat Indonesia, maka kecenderungannya akan memilih Prabowo bukan memilih Jokowi.
"Jadi Pak Prabowo mengatakan, Indonesia sekarang ini dan ke depan tidak akan baik kalau bukan saya yang jadi pemimpin. Itu pesannya," ujarnya.
Meski Indonesia dan Amerika Serikat memiliki perbedaan, namun situasi yang sedang berkembang saat ini memiliki kemiripan terlebih isu-isu sensitif dibahas di media sosial.
"Pertama, bicara medsos di Indonesia tidak kalah dengan Amerika dan isu-isu sensitif ini kan paling mudah menyebar lewat medsos," jelas Qodari.
Kedua, imbuh dia, isu pertentangan ini adalah persoalan global, jadi tidak hanya di AS tapi juga di Indonesia.
"Kalau di Amerika takut Islam, kalau di Indonesia takut sama Barat. Jadi saling takut menakuti. Jadi politik ketakutan dan pesimisme itu dimainkan untuk mengganti dengan calon yang lebih kuat," tutup dia.
Berita Terkait
-
Suasana Khidmat Tengah Malam: Momen Presiden Prabowo Mengheningkan Cipta di Depan Makam Pahlawan
-
Donald Trump Dikabarkan Deklarasikan Selat Hormuz Masuk Wilayah Amerika Serikat
-
B50 Hemat Rp170 Triliun, Devisa Bisa Dipakai Bikin Indonesia Makin Maju
-
Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027
-
CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna