Suara.com - Penemuan mayat yang belakangan diketahui bernama Ali Rahman, karyawan swasta berusia 34 tahun, mengagetkan teman-teman seprofesinya.
Edi Haruniawan misalnya, mengakui kaget setelah mendapat kabar Ali ditemukan tewas bersimbah darah di Gang Rawa Dalam, Kramat Jati, Cawang, Jawa Timur—di belakang kampus UKI—Senin (16/4) malam.
Sebab, Edi mengakui sempat berswafoto bersama Ali pada hari yang sama rekannya itu ditemukan sudah menjadi mayat.
"Saya juga tak mengerti persoalannya. Dia hari itu sedang libur. Setelah berfoto bersama saya, dia pergi. Tapi dia tak bilang ke mana akan pergi. Jadi, setelah mendapat kabar itu, Senin malam, saya kaget,” kata Edi di RS Polri Kramat Jati, Selasa (17/4/2018).
Edi mengenang sosok Rahman sebagai teman yang ramah dan mudah bergaul. Edi mengakui terakhir berkomunikasi dengan Rahman pada hari yang sama saat kejadian berlangsung.
"Baik. Dia orangnya baik, kok. Sama siapa aja dia bergaul. Malah dia supel orangnya, ramah. Sama siapa aja dikenal," akunya.
Edi berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Kalau saya pribadi, semoga ditemukan, dihukum seberat-beratnya. Pengin tahu modusnya apa sih, sampai dia menbunuh Rahman,” tuturnya.
Petrus Paulus Ualubun, pemuda berusia 20 tahun yang menjadi tersangka pembunuh Ali, mengakui melakukan aksi keji karena sakit hati.
Baca Juga: Jokowi Bagi-bagi Sepeda Dinilai Kampanye, Ini Penjelasan KPU
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, Petrus kesal karena Rahman kerap meminta dikirimkan foto-foto telanjangnya.
"Dia disuruh memotret ‘barang’ (alat vital) yang tidak bisa ditampilkan. Dia (Petrus) marah dan memanggil dia (Rahman) untuk dibunuh," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (17/4/2018).
Menurut Argo, awal kekesalan itu bermula ketika Rahman memasukan nomor telepon seluler pelaku ke grup WhastApp penyuka sesama jenis.
Keduanya, kata Argo, memang sudah saling kenal.
"Anak (Petrus) itu dimasukkan ke grup WA yang LGBT itu, maka dia marah kenapa dimasukin ke dalam grup itu," tuturnya.
Petrus ditangkap setelah melarikan diri ke rumah kakak kandungnya di Jalan Raya Serang RT 12, RW 6, Nomor 33, Desa Sukadami, Cikarang Selatan, Selasa pagi.
Berita Terkait
-
Pembunuhan Gay Gang Sempit, Pelaku Kesal Sering Diminta Foto Syur
-
Ini Sosok Ali, Korban Pembunuhan Berlatar Cinta Sesama Jenis
-
Begini Cara Polisi Ungkap Petrus Bunuh Ali karena Cemburu
-
Jenazah Korban Pembunuhan Gang Sempit UKI Belum Diambil Keluarga
-
Pembunuhan di Gang Sempit UKI Berlatarbelakang Cinta Sesama Jenis
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan