Suara.com - Tingginya elektabilitas Joko Widodo saat ini memicu PDI Perjuangan untuk bekerja lebih keras lagi. PDIP merasa bertanggung jawab untuk lebih dekat dengan rakyat.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan tingginya elektabilitas Joko Widodo sekarang membuktikan masih besarnya nilai kepercayaan rakyat kepada kinerja Jokowi.
"Artinya kepemimpinan Pak Jokowi diterima rakyat dan ini menjadi tanggung jawab bagi PDIP dengan seluruh partai politik pengusung untuk semakin bergerak kebawah (rakyat)," jelas Hasto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Selasa (24/4/2018).
Hasto menerangkan PDIP memiliki komitmen bahwa Jokowi harus mampu mendedikasikan kepemimpinannya sepenuhnya kepada rakyat melalui perencanaan langkah-langkah yang dapat menghasilkan fungsi di berbagai bidang.
"Harus dimulai sebuah langkah-langkah terencana sehingga menghasilkan fungsi dasar di bidang pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik sebaik-baiknya," terangnya.
Ia pun berharap kepada seluruh kader partai untuk tidak terlena dengan elektabilitas saat ini. Hasto menyarankan untuk lebih bekerja keras agar selalu mendapatkan suara di tengah rakyat.
"Kami berharap kepada seluruh kader partai agar tak cepat berpuas diri dengan kepercayaan rakyat itu kami harus bekerja lebih keras lagi harus lebih sering berada ditengah rakyat lagi," harapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
Golkar Hormati Sikap Politik PDIP sebagai Penyeimbang: Biar Rakyat yang Menilai
-
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur
-
BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!