Suara.com - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo berkomentar soal ucapan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tentang ramalan Indonesia akan bubar pada 2030. Gatot ini digadang-gadang akan menjadi calon wakil presiden dari Prabowo.
Komentar itu dia katakan sebelum menjadi pembicara utama di sebuah acara diskusi bertajuk 'Membangun Optimisme Masa Depan Indonesia dalam Perspektif Nasional dan Global' di auditorium Gedung Perpustakaan RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (25/4/2018).
Menurut Gatot, Indonesia mempunyai modal yang kuat untuk menjadi negara yang kuat. Indonesia juga mempunyai alam yang kaya. Tapi apakah tepat ramalan Indonesia bisa bubar?
"Ya tergantung, kita pilih yang mana? Kita punya modal bagus semuanya. Tetapi Bung karno kan sudah pernah mengingatkan bahwa bangsa-bangsa dunia akan iri karena Indonesia kaya. Tapi kalau kita punya kekayaan tapi kita tidur terus, kan dirampok juga. Kita harus bangun semuanya agar kita lebih hebat lagi," jawab Gatot.
Dalam pertemuan dengan awak media, Gatot pun ditanya soal kepastian dia nyapres di Pilpres 2019. Tapi dia diam.
"Saya diundang untuk mengisi acara untuk membangun optimisme. Ini penting sekali, karena kita punya modal semuanya kita harus optimis. Ok, cukup dulu ya," katanya.
Berita Terkait
-
Gatot Dicegat Belasan Orang dan Diminta Nyapres, Ini Jawabnya
-
HMI Bikin Organisasi Baru Dukung Gatot Nurmantyo Jadi Capres
-
Baru Jokowi yang Layak Jadi Capres, Lainnya Masih Copras
-
Survei Cyrus: Kebanyakan Pemilih Melihat Latar Agama Capres
-
Pilpres 2019, Yusril: Saya Mau Nyalon Sendiri, Tapi Enggak Bisa
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar