Suara.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM menyampaikan hasil pantauannya dalam pelaksanaan Pilkada Kabupaten Garut. Komisioner Komnas HAM, Amiruddin, mengatakan ditemukan fakta adanya ujaran kebencian terhadap salah satu pasangan calon dengan ucapan halal masuk neraka.
Saat ini, proses pemeriksaan perkara sudah berada di kepolisian,” ujar Amirudin, di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/5/2018).
Selain itu, ujarnya, Polda Jawa Barat juga menerima 23 (dua puluh tiga) laporan terkait hoax dalam pilkada kali ini yang dikaitkan kriminalisasi terhadap ulama.
“Dari hasil penyidikan Polda Jabar, hanya satu kasus yang validitasnya jelas setelah dilakukan pemeriksaan dan saat ini sudah P21,” katanya.
Lebih jauh, ia menyampaikan, ujaran kebencian juga dicatat oleh KPU Kalimantan Barat yang menemukan indikasi kampanye berdimensi SARA, terutama di Kabupaten Bengkayang dan Singkawang.
Penyebarannya belum secara faktual dalam tindakan nyata, akan tetapi melalui media sosial.
Lanjut Amiruddin, demikian pula halnya di Sumatera Utara, Polda menerima 32 (tiga puluh dua) laporan pengaduan terkait ujaran kebencian. Hampir seluruhnya sebaran tersebut melalui media sosial. Kepolisian belum dapat memberikan konfirmasi mengenai substansi aduan tersebut karena masih dalam prodes verifikasi.
“Sampai saat ini, tim belum menemukan ujaran kebencian yang masif terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur,” tuturnya.
Baca Juga: Napi Tukar Sandera Bripka Iwan Sarjana dengan Makanan dari Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah
-
Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang
-
Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
-
Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?
-
Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata
-
3 Motor yang Tetap Setia Pakai Fitur 'Purba' Meski Mulai Hilang di Matic Anyar
-
Banjir Keluhan Mitra hingga Ancaman Gebok Nasional, BGN Buka Suara Tata Kelola MBG