- Israel dan AS menyerang Iran pada Februari 2026, menggunakan alasan menghentikan ambisi nuklir Teheran secara resmi.
- China mengimpor 89% minyak Iran pada 2023 sebagai strategi geopolitik dan menantang dominasi energi Barat.
- AS dan Israel konsisten menggunakan isu nuklir Iran, mengingatkan pada pola invasi mereka terhadap Irak tahun 2003.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah dilaksanakannya serangan AS Israel ke Iran hari ini (28/2/2026).
Alasan resminya tetap sama selama puluhan tahun: menghentikan ambisi nuklir Teheran.
Namun, jika kita melihat lebih dalam ke peta ekonomi global, ada faktor besar bernama minyak dan pengaruh China yang membuat konflik ini jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan hulu ledak nuklir.
Penyetok Minyak Krusial China
Salah satu alasan mengapa Iran begitu sulit ditundukkan adalah karena mereka memiliki pembeli setia yang sangat besar, yaitu China.
Data dari Voronoi menunjukkan bahwa pada tahun 2023 saja, sekitar 89% dari total ekspor minyak mentah Iran mengalir ke Negeri Tirai Bambu. Angka ini melonjak drastis dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar 25%.
Ketergantungan China pada minyak Iran bukan hanya soal kebutuhan energi, tapi juga strategi geopolitik untuk menantang dominasi Barat.
Bagi AS, memutus rantai pasokan ini adalah cara efektif untuk melemahkan posisi tawar China di panggung dunia.
Sebelumnya, Nikolas Maduro Diculik
Baca Juga: AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
Menariknya, Iran tidak sendirian dalam radar pasokan energi China. Venezuela juga menjadi pemain kunci yang serupa dengan Iran.
Menurut Columbia Edu, kedua negara ini merupakan pemasok minyak utama bagi kilang-kilang independen di China karena mereka menawarkan harga yang jauh lebih miring akibat sanksi internasional.
Sebagai gambaran, minyak jenis Iranian Light dilaporkan dibanderol lebih murah sekitar Rp134.080 hingga Rp167.600 per barel dibandingkan minyak dari Oman.
Praktik ini membuat China mampu membangun cadangan minyak raksasa yang bisa bertahan hingga 104 hari jika sewaktu-waktu terjadi gangguan pasokan.
Israel Paksa AS Ikut Campur
Di sisi lain, isu kepemilikan senjata nuklir tetap menjadi jualan utama AS dan Israel untuk melegitimasi serangan militer. Menurut Al Jazeera, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara konsisten selama tiga dekade terakhir memperingatkan bahwa Iran hampir memiliki senjata nuklir.
Berita Terkait
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Membongkar Operasi Informasi dari Gelombang Video Hoaks 'China Bantu Gaza'
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
-
Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya