News / Nasional
Kamis, 17 Mei 2018 | 17:25 WIB
Dua jenazah pelaku penyerangan tergeletak di jalan pintu masuk Polda Riau di Pekanbaru, Riau, Jumat (16/5).

Penjelasan Ilmiah

Seorang teroris yang tewas dalam keadaan ereksi tersebut sebenarnya merupakan fenomena yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

Dalam pembahasan keilmuan, seperti dikutip dari Blindloop, fenomena itu disebut ”priapism”. Fenomena itu terjadi karena banyak faktor, semisal pengaruh obat-obatan penguat.

Selain itu, priapism juga bisadisebabkan oleh cedera pada sumsum tulang belakang sehingga aliran darah terkonsentrasi ke alat kelamin meski tak terjadi rangsangan seksual.

Dalam kasus priapism pada mayat, hal itu biasa terjadi pada seseorang yang mati secara tak wajar. Terutama orang yang tewas akibat gantung diri dalam posisi vertikal.

Selain itu, fenomena yang juga disebut sebagai ”angle lust” atau ”nafsu malaikat” ini adalah terpengaruh daya gravitasi.

Identitas Pelaku

Empat terduga teroris penyerang Markas Polda Riau yang ditembak mati, ternyata tiga di antaranya merupakan warga Kota Dumai, Riau.

Baca Juga: PSI Merasa Jadi Target Operasi karena Dilaporkan ke Polisi

Sedangkan dua orang lainnya, belum diketahui asalnya. Termasuk terduga teroris yang kabur, lalu ditangkap dan dibawa ke Mapolresta Pekanbaru usai penyerangan berdarah tersebut.

RiauOnline—jaringan Suara.com merangkum data teroris warga Dumai yang tewas ditembus peluru polisi:

1. Mursalim alias Ical alias Pak Ngah.

Ia beralamat di Jalan Raya Dumai-Sei Pakning, Gang Santri Assakinah, Kelurahan Mundam Kecamatan, Medang Kampai.

Pak Ngah ini tak memiliki pekerjaan tetap. Sebelumnya, ia merupakan kontraktor, namun kemudian bangkrut. Tempat tinggal Pak Ngah alias Mursalim inilah kemarin usai penyerangan ke Mapolda Riau, digerebek Densus 88 dibantu Polres Dumai.

Mursalim alias Pak Ngah inilah diduga merekrut dan menjadi pemimpin aksi teror kemarin pagi di Mapolda Riau.

2. Suwardi

Ia beralamat di Jalan Raya Lubuk Gaung, RT 03, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai.

Empat hari sebelum beraksi, Suwardi sudah tak ada lagi di rumahnya di Kota Dumai. Ia pernah ditahan di Poso, selama enam bulan bersama dengan dua temannya, Dede Supriadi dan Opan, ditangkap oleh Satgas Tinombala. Tuduhannya, mereka membawa senjata tajam lalu bebas dan pulang ke Dumai.

3. Ade Sufiyan

Ade Sufian merupakan mahasiswa dan beralamat di Jalan Pendowo, Gg Mekar, RT 06, Kelurahan Bukit Batrem I, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Ade masih tergolong baru di kelompok dipimpin Pak Ngah alias Mursalim. Justru abangnyalah yang termasuk "murid" lama dari pengajian Pak Ngah alias Mursalim.

Kakak Ade Sufian, Aan Tempe, kini sudah diamankan aparat kepolisian bersama tiga pengikut pengajian Pak Ngah lainnya, Dede Supriadi, Syafrizal dan Rahmatnaja.

Ade Sufian ini beralamat di Jalan Pendowo Gang Mekar, RT 6, Kelurahan Bukit Batrem I, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Saat penggerebekan kemarin oleh aparat Kepolisian, disita buku dan dibungkus plastik berwarna merah.

 4. Daud

Identitas lengkapnya masih dilakukan pemeriksaan oleh tim Densus 88 Anti Teror.

Load More