Suara.com - Hari kedua pantauan jalur mudik di ruas tol Brebes Timur, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri Inspektur Jenderal Royke Lumowa kini mengecek jalur dari pintu keluar tol Gandulan atau Pemalang sampai ke pintu tol keluar Semarang. Peninjauan itu dilakukan dengan menggunakan sepeda.
Jalur itu sendiri rencana akan digunakan sebagai tol fungsional pada arus mudik 2018.
Pantauan Suara.com, jenderal bintang dua tersebut bersama 10 anggota rombongan terutama dari Polantas, menggunakan sepeda diiringi petugas dengan mobil patroli jalan raya.
"Ini jalur akan digunakan secara fungsional. Jadi pemudik yang mengarah ke Semarang bisa melalui jalur tol Alfa atau Ambon ini (satu jalur dibuka ke arah Semarang),” kata Royke di kawasan Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (19/5/2018).
Royke menyebut, jalur ini akan dipakai untuk dua jalur kendaraan roda empat ke arah Semarang.
Ditambahkan Royke, untuk lampu penerangan, nantinya akan dipasang sementara mulai dari exit tol Gandulan sampai Semarang. Hal itu untuk membantu para pemudik agar dapat melintas dengan aman.
"Ya, untuk penerangan, membantu para pemudik. Setiap 3 kilometer di pos nanti ada lampu penerangan (guna) membantu pencahayaan untuk pemudik,” ujar Royke.
"Ini sebagian sudah diaspal beton. H-10 (sudah) dapat digunakan. Nanti setiap 3 kilometer akan ada pos polisi yang memonitor," tutur Royke menambahkan.
Jalur fungsional dari exit tol Gandulan atau Pemalang itu akan membentang sejauh 108 kilometer hingga Semarang. Namun semua masih difungsikan khusus untuk pemudik Lebaran 2018 ini sebagai tol fungsional.
Berita Terkait
-
Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama
-
Personel Gugur saat Ops Ketupat, Kakorlantas Polri Sampaikan Duka Mendalam
-
Kakorlantas: 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta hingga Kamis Dini Hari
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!