Suara.com - Petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung diterjunkan untuk mencari tiga nelayan yang hilang di perairan laut Cikandang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Sabtu (26/5).
"Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung memberangkatkan satu tim rescue untuk melaksanakan Operasi SAR," kata Juru Bicara Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Joshua Banjarnahor kepada wartawan di Garut, dilansir dari Antara, Senin (28/5/2018).
Ia menuturkan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung menerjunkan personel setelah mendapatkan laporan permintaan bantuan pencarian dari Satuan Polisi Air Santolo.
Laporan tersebut, kata dia, menyebutkan ada tiga nelayan menggunakan kapal congkreng hilang saat mencari cumi di sekitar perairan Cikandang, Kecamatan Cikelet, Garut, Sabtu (26/5).
"Namun sampai saat ini mereka belum kembali," katanya.
Sementara itu, tim diterjunkan dengan peralatan lengkap untuk melakukan pencarian di laut dan pesisir pantai.
Pencarian tersebut melibatkan pihak kepolisian, TNI, nelayan dan masyarakat pesisir pantai setempat.
Berita Terkait
-
Pengamat: Perlindungan Terhadap Nelayan Jangan Hanya Asuransi
-
Kinerja LPMUKP Melempem, Banyak Nelayan Tersangkut Tengkulak
-
2 Mobil Patroli Dibakar karena Polisi Tabrak 2 Nelayan di Banten
-
Dua Mobil dan Empat Motor Dibakar di Kantor Polisi Banten
-
Dikira UFO, Nelayan Trenggalek Temukan Benda Besar Ini
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam