Suara.com - Seorang perempuan mendadak beken di media-media sosial, setelah memicu kericuhan di dalam kereta api.
Dalam video yang viral tersebut, perempuan itu menantang Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) untuk berkelahi. Ia juga mengakui diri sebagai teman teroris.
Seperti diberitakan Solopos—jaringan Suara.com, Senin (28/5/2018), video itu kali pertama diunggah ke Facebook, salah satunya oleh akun Eris Riswadi.
Pada video itu, tampak perempuan berbusana serba hitam menunjuk-nunjuk polsuska dan meminta mereka diam.
“Saya menantang Pak, bapak diam. Saya yang menantang sekarang. Bapak tahu? Saya menantang, saya yang kemarin menendang. Saya yang menantang, teman saya yang kalian tangkap, teroris teman-teman saya,” teriak perempuan tersebut.
Belakangan diketahui, perempuan itu ternyata sudah dua hari terakhir membuat kericuhan di dalam kereta api.
Vice President Public Relation PT KAI Agus Komarudin mengatakan, perempuan itu menebar ancaman pada Jumat (25/5), dan Sabtu (26/5) pekan lalu.
“Kami mencurigai dia mengalami gangguan kejiwaan,” tutur Agus.
Ia menjelaskan, Jumat (25/5), perempuan itu menumpangi kereta dari Purwokerto ke Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Baca Juga: Megawati Dapat Rp 112 Juta per Bulan, Jokowi Cuma Rp 62 Juta
Tapi dalam perjalanan, perempuan itu mengganggu penunpang lain. Ia sempat pindah ke gerbong lain. Karena terus marah-marah, ia diturunkan di Stasiun Cirebon.
Selang sehari, Sabtu, ia kembali membeli tiket ke Jakarta dari Stasiun Cirebon.
”Sabtu itulah ia kembali berbuat kericuhan, mengaku sebagai teman teroris dan menantang polsuska. Karenanya, ia diturunkan di Stasiun Jatinegara,” tandas Agus.
Berita ini kali pertama diterbitkan di solopos.com dengan judul “Video Viral Perempuan Tantang Polsuska & Ngaku Teman Teroris”
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!