Suara.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta meyakini bahwa kondisi Gunung Merapi yang berstatus waspada berdampak pada penurunan okupansi hotel di daerah itu.
"Ada sekitar 15 sampai 20 persen penurunan tingkat hunian dibandingkan dengan tahun lalu," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (1/6/2018).
Letusan Gunung Merapi yang belakangan ini kerap terjadi termasuk pada Jumat (1/6) pagi, menurut dia, sedikit banyak membawa dampak pembatalan atau penundaan sewa kamar hotel.
"Terjadi penundaan dan pembatalan (sewa kamar) baik tamu perorangan maupun grup dari wisatawan Nusantara maupun wisatawan asing," kata dia.
Selain akibat letusan Gunung Merapi, menurut dia, ada dua faktor lain yang ikut membuat tingkat okupansi hotel di Yogyakarta merosot, yakni isu teroris di Surabaya, maupun masa "verry low season" yang selalu terjadi selama Bulan Puasa.
"Apalagi ditambah dengan bertambahnya jumlah kamar-kamar hotel di Yogyakarta yang juga mempengaruhi market share-nya," kata dia.
Kendati demikian, untuk menahan terus menurunnya okupansi, menurut dia, para pengelola hotel berbintang di Yogyakarta menggencarkan program promo hingga peluncuran paket buka puasa bersama (bukber). "Bukber sangat diminati warga Yogyakarta karena harga paket bukber relatif murah di bawah Rp100.000 per pack dibandingkan Jakarta," kata dia.
Executive Secretary Hotel 1O1 Yogyakarta, Pipin mengakui adanya tren penurunan okupansi hingga saat ini.
Menurut dia, rata-rata okupansi di Hotel 1O1 Yogyakarta biasanya mencapai 50-100 persen, namun saat ini merosot menjadi 35-60 persen.
Meski begitu, Penurunan okupansi itu, menurut Pipin belum secara signifikan dipengaruhi kondisi Gunung Merapi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, menurur dia, penurun lebih dipengaruhi masuknya masa low season selama bulan Ramadhan.
"Dari Merapi belum terlalu signifikan. Pembatalan yang diakibatkan kondisi Merapi juga belum ada," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Fakta Baru Aksi Pasukan Israel Hancurkan Patung Yesus, IDF: Gak Ada Niat!
-
Pasien RI Masih Berobat ke Luar Negeri, Pakar Dorong Integrasi Layanan Kesehatan ASEAN
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Gedung Kemendagri di Pasar Minggu Kebakaran, 75 Personel Damkar Berjibaku Padamkan Api
-
Eks Penyidik KPK Beberkan Modus Koruptor: Biayai Hidup Perempuan Muda untuk Samarkan Aset
-
Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total
-
Sidang Korupsi Chromebook: Bos Google Scott Beaumont Bantah Ada Kesepakatan dengan Nadiem Makarim
-
Viral Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta, Bolehkah Mengubur Hewan Hidup-hidup Menurut Islam?
-
Jaksa Resmi Tuntut Mantan Wali Kota Kasus Ijazah Palsu dengan Pasal Berlapis
-
RUU PPRT Resmi Dibahas, DPR dan Pemerintah Kebut Payung Hukum untuk 4 Juta PRT