Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Golkar yang dilanjutkan buka puasa bersama di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar DKI di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (1/5/2018). Dalam sambutannya, JK memuji keindahan kantor baru DPD Golkar DKI.
"Selamat atas kantor Golkar yang sangat cantik ini. Ini menandakan adanya dinamika, adanya pembaharuan. Beginilah kalau kita tinggalkan masa lalu menuju masa depan tapi tetap mempunyai sejarah masa lalu," kata JK dalam sambutannya.
Dengan penampilan gedung yang baru serta kehadiran seluruh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), JK merasa suasana baru sudah tumbuh dalam Partai Golkar. Dia pun mengaku bahagia dengan keadaan Golkar saat ini.
"Hari ini kita merasa, semuanya suasana baru, Golkar riaknya masih ada, kita bahagia bersama," katanya.
Sebelum dipimpin oleh Airlangga Hartarto, Partai Golkar dipimpin oleh Setya Novanto. Saat menjadi Ketua Umum Golkar, Novanto juga menjadi Ketua DPR RI.
Namun, dibawah kepemimpinannya, banyak kader Golkar yang terjerumus dalam kasus korupsi. Bahkan, Novanto sendiri tidak luput dari kejaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga akhirnya dihukum 15 tahun penjara. Dia kini dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Pati dan Madiun Tanpa Pemimpin Pasca OTT KPK, Kemendagri Ambil Langkah Darurat
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!