Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar memastikan tak ada intervensi Dewan Pers atas mencabutan konten di sebuah portal berita di Indonesia yang berjudul 'Terkuak! Densus 88 Kendurkan Pengawasan Terhadap Bomber Surabaya' yang dimuat Kamis, 24 Mei 2018 lalu.
Menurut Djauhar, pencabutan berita tersebut murni di inisasi oleh pemilik berita.
"Nggak ada, setau saya dewan pers tak pernah melakukan intervensi seperti itu," kata Ahmad Djauhar saat ditemui Suara.com di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/6/2018).
Seperti diketahui, berita yang memuat pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto tentang Densus 88 Anti Teror mengendurkan pengawasan terhadap jaringan teroris di Surabaya, menjadi polemik. Berita tesebut dinilai berpotensi menganggu kestabilan kemanan nasional.
Menurut Djauhar, Dewan Pers selaku lembaga pengawas jurnalistik tak akan pernah melakukan intervensi terhadap suatu berita, jika berita yang diterbitkan tak berbenturan dengan kode etik jurnalistik.
Bahkan, kata Djauhar, Dewan Pers selalu mendorong kebebasan pers, termasuk kebebasan setiap media massa untuk memuat beragam berita. Karena menurutnya, pers Indonesia hidup dalam iklim demokrasi, dan tak boleh dikekang.
"Dewan Pers selalu mendorong media untuk memberitakan apa saja, silahkan, karena ini negara bebas, asalkan punya kutipan resmi, alasan, dan punya narasumber yang jelas, ya silahkan," jelas Djauhar.
"Dari beritanya sendiri memang tak melanggar kode etik. Jadi Dewan Pers tidak pernah ikut campur terkait pencabutan berita itu," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri