Suara.com - Nasib nahas menimpa satu keluarga asal Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis, Provinsi Riau. Mereka tenggelam di tengah laut saat hendak menyeberang ke Dakal kepulauan Meranti untuk berkunjung ke rumah saudaranya, Sabtu (16/6/2018) pagi.
"Sampan yang kami gunakan masuk air di depan dan belakang, hingga akhirnya sampan terbalik," kata Ani salah satu korban tenggelam.
Menurut dia, satu keluarga bersama suaminya Apik dan anaknya hendak pergi ke rumah orang tuanya di Dakal Kepulauan Meranti.
Dia mengaku biasa pulang ke seberang menggunakan sampan tersebut.
"Hampir satu jam kami bertiga di tengah laut mengapung dekat sampan yang terbalik, ada kapal feri lewat namun tidak melihat kami, dan akhirnya saat kapal Dumai Ekspres lewat, kami melambaikan baju, dan Alhamdulillah, mereka melihat kami lalu menolong kami," katanya.
Akhirnya setelah diselamatkan oleh awak di kapal feri Dumai Ekspres, keluarga tenggelam ini minta diantarkan ke pelabuham Ketam Putih.
Tidak ada korban jiwa dalam tenggelamnya sampan di tengah laut ini, namun kerugian diperkirakan jutaan rupiah, karena sampan yang terbalik tersebut dibiarkan saja oleh pemiliknya.
Sesampainya di rumah korban, ratusan warga di daerah itu berdesakan melihat kondisi korban tenggelam, dan ketiga korban saat ini dalam keadaan sehat. (Antara)
Baca Juga: Polisi Siagakan 250 Personel di Jalur Wisata Puncak
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap
-
Kutip Hamkke Gamyeon Meolli Ganda, Prabowo Tegaskan Persahabatan dan Masa Depan Bersama RI-Korsel
-
Penasaran Harta Terbaru Prabowo-Gibran? KPK: Sudah Lapor dan Bisa Dicek Publik!
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Modal Uang Print Biasa, Begini Cara Dukun Gadungan Mahfud Jerat Korban Penggandaan Uang di Bogor
-
KPK Tetapkan 2 Pengusaha Tersangka Kasus Haji, Bantahan Gus Yaqut di Ujung Tanduk?
-
DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual
-
Disaksikan Pemiliknya, KPK Geledah Rumah Ono Surono Terkait Skandal Proyek di Pemkab Bekasi
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Guru Besar UI: Indonesia Tak Bisa Gugat Langsung, Harus Lewat PBB
-
Terima Aduan Kasus Pelecehan Seksual Mandek Setahun, Anggota DPR Bakal Minta Penjelasan APH